-->

Headline News


Mengenal Ongkek dan Legen Tuban

Hola... Selamat sore menjelang matahari tenggelam :) Semoga kebaikan selalu menyertai kita, kemarin, saat ini esok, selamanya...

***

Kali ini Admin akan mengajak sobat untuk mengenal sesuatu yang sangat khas dengan Kabupaten Tuban. Sesuatu itu terbuat dari bahan alami, panjang dan besar. Sesuatu itu pada masa lalu menjadi pioner untuk membawa larutan cair berupa air nira Lontar, sebelum adanya botol plastik maupun jerigen plastik. Sesuatu itu yang biasa dipanggul oleh para petani untuk membawa air nira hasil penderasan pohon lontar untuk dijual kepada para konsumen "dimasa lalu". Sekarang, sesuatu itu sudah menjadi barang yang langka, sangat jarang kita menemuinya. 

Admin sendiri sampai saat ini belum pernah melihat Ongkek secara langsung dipanggul keliling kampung oleh pak tani penderas air nira untuk menjajakan air nira.

Sesuatu itu adalah "Ongkek", sebuah alat/wadah yang biasa dipakai untuk menjual legen (air nira sadapan bunga pohon Ental/Lontar). Nama yang sangat unik ya :) . Ongkek pada masa lalu menjadi wadah untuk menampung legen dan menjual legen keliling kampung.

Sementara itu, legen sendiri merupakan hasil yang diperoleh dari sadapan manggar/bunga pohon Siwalan (Borassus Flabelifer) atau yang dikenal dengan pohon Ental/Lontar. Sebelum masa sekitar tahun 1970 di Kabupaten Tuban masih banyak dijumpai pohon Lontar dipinggir jalan/didalam perkampungan di Tuban dan sekitarnya. Hal demikian menjadikan banyak penjual legen yang masih menjajakan legen dagangannya dengan Ongkek.

Namun pada sekitar tahun 1975 keberadaan Ongkek sudah menjadi barang langka dan hampir punah karena keberadaannya mulai digantikan oleh jerigen. Penjual legen berkeliling menjajakan legen menggunakan Ongkek pada masa sebelum tahun 1970, namun seiring berjalannya waktu lambat laun peralatan Ongkek sudah tidak pernah/jarang dijumpai lagi dan akhirnya menjadi barang langka.

Ongkek bukanlah sesuatu yang hanya mempunyai satu unit saja, Ongkek memiliki beberapa kelengkapan yaitu terdiri dari :
1. Bonjor
2. Centhak
3. Bethek
4. Pikulan/ongkek
5. Pisau deres
6. Kolongan (angkul)
7. Caping
8. Sabuk otog
9. Sandal gebang
10. Kepek
11. Kepis dari lontar

Sangat disayangkan ya, Ongkek yang seharusnya menjadi kekhasan khazanah kuliner Kabupaten Tuban harus tergusur oleh modernisasi dengan digantikan jerigen plastik. Semoga masih ada masyarakat Kabupaten Tuban yang peduli dengan kelestarian Ongkek. Sobat BloggerTuban ada yang tahu alamat pengrajin/pembuat Ongkek di Bumi Wali? Mohon infonya ya...

Berikut foto-foto kelengkapan Ongkek yang Admin dapatkan dari bersemedi, eh, dari berkunjung ke Museum Kambang Putih :

Centhak - Sabuk otog - Caping - Pikulan - Bonjor
Centhak - Sabuk otog - Caping - Pikulan - Bonjor

Kepis Lontar - Bethek
Kepis Lontar - Bethek

Kolongan - Pisau deres - Kepek - Sandal Gebang - Centhak
Kolongan - Pisau deres - Kepek - Sandal Gebang - Centhak


*Credit : Museum Kambang Putih
Saved under : , , , ,

Komunitas Blogger Tuban


Setelah sekian lama situs ini mati suri semoga dengan adanya laman ini menjadi eksis lagi baik online maupun offline. Blogger Tuban sudah kembali punya wadah kembali.. Halaman ini diperuntukan sebagai ajang aktifitas menulis bersama bagi para blogger tuban yang berminat. bagi yang berminat untuk menulis keroyokan, langkah pertama adalah menghubungi administrator bloggertuban.com untuk diinvite. Platform hosting bloggertuban.com masih menggunakan hosting yang disediakan google di blogger.com. kami  menyampaikan terima kasih kepada salah satu pendiri blogger tuban ahmad faza yang telah menyumbangkan dananya untuk bisa membeli kembali domain sehingga blogger tuban bisa beraktifitas kembali di situs semula yang mati suri.

Salam Blogger

ttd
Komunitas Blogger Tuban
Scroll to top