-->

Headline News


Haul Syekh Abdul Jabbar (Mbah Jabbar) Jojogan

Haul Syekh Abdul Jabbar (penulis lebih sering menyebut dengan nama Mbah Jabbar) diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 17 Muharram dalam penanggalan hijriah. Namun jika bertepatan dengan hari Jum’at, pelaksanaan haul diundur pada hari berikutnya (Sabtu tanggal 18 Muharram). 

Menurut situs jawatimuran.wordpress.com, peringatan Haul Mbah Jabbar pertama kali diadakan pada tahun 1964 atas inisiatif Mbah Sholeh (Ngerong, Rengel), Mbah Zaini (Mruwut, Bojonegoro), dan Mbah Munthoha (Padangan, Bojonegoro). 

Pada acara peringatan Haul Mbah Jabbar, banyak peziarah yang mengunjungi makam Mbah Jabbar ini. Mereka biasanya datang berkelompok, menggunakan kendaraan bak terbuka: truk, colt, dan sejenisnya. Kondisi demikian selalu membuat macet akses jalan, satu-satunya akses penghubung utama Kecamatan Singgahan dengan Kecamatan Montong yang berada dibawah bukit yang menjadi makam Mbah Jabbar. 

Bukit tempat dimakamkannya Mbah Jabbar.
Bukit tempat dimakamkannya Mbah Jabbar.

Para peziarah datang untuk mendo'akan Almarhum Mbah Jabbar. Mereka membaca Tahlil dan Surat Yaasin secara bersama-sama didekat pusara Mbah Jabbar. Setiap satu kelompok peziarah selesai membaca Tahlil dan Surat Yaasin, akan ada kelompok peziarah lain yang menyambung. Begitu seterusnya sehingga pada saat haul suasana menjadi sangat ramai dan penuh sesak.

Akses pintu utama makam Mbah Jabbar.
Akses pintu utama makam Mbah Jabbar (sumber: pesonawisatatuban019).

Suasanya ramai tidak hanya terjadi didekat pusara, dipinggir jalanan (dibawah bukit tempat dimakamkannya Mbah Jabbar), berjejer para pedagang khas acara haul seperti ini. Ada penjual jenang dodol, penjual salak dan buah-buahan sejenisnya, penjual aksesoris dan masih banyak lagi. 

Biasanya, para kaum muda lebih banyak yang tertarik kepada dagangan yang dijajakan ini daripada berdo'a atau membacakan Tahlil dan Surat Yaasin untuk Syekh Abdul Jabbar. Penulis termasuk salah satu dari mereka. Hehe.

Pedagang musiman dari arah Montong, belum mulai ramai.
Pedagang musiman dari arah Montong, belum mulai ramai.

Pedagang musiman dari arah Jojogan, sudah mulai ramai.
Pedagang musiman dari arah Jojogan, sudah mulai ramai.

Penjual Legen dan Siwalan. Minuman dan makanan khas Tuban.
Penjual Legen dan Siwalan. Minuman dan makanan khas Tuban.

Pada tahun ini, tanggal 17 Muharram bertepatan dengan tanggal 21 November, atau tepat hari ini. 

Yuk, yang berdomisili dikawasan Singgahan dan sekitarnya, merapat untuk turut dalam Haul Syekh Abdul Jabbar (Mbah Jabbar) Jojogan. Agar kita menjadi lebih ingat bahwa kematian sangatlah dekat dengan kita, dan menjadikan kita semakin memperbanyak beribadah serta semakin mendekatkan diri kepada-Nya.
Saved under : , , ,

Berwisata di Goa Akbar Tuban

Berwisata di Goa Akbar Tuban - Wisata alam di Tuban seakan tiada habisnya! Setelah beberapa waktu yang lalu bloggertuban.com membahas mengenai Air Terjun Nglirip, Air Terjun Banyu Langsih dan Terminal Wisata Kambang Putih Tuban, sekarang kita akan membahas tentang Goa Akbar. Goa yang berada dibawah pasar baru Tuban.

Wisata Goa Akbar, berada pada tempat yang strategis dan mudah diakses. Lokasi wisata ini berada dibelakang sekaligus berada dibawah pasar baru Tuban. Lhoh, kok bisa? Bisa seperti itu karena pintu masuk goa ini memang berada dibelakang pasar baru, namun lorong-lorong goa sepanjang 1,2 kilometer berada berkelok-kelok dibawah pasar baru.

Goa akbar menawarkan wisata alam yang dibalut wisata sejarah. Goa Akbar yang diperkirakan berusia 20 juta tahun dan merupakan bagian dari sejarah Kabupaten Tuban, dahulu kala diceritakan Sunan Bonang mengetahui keberadaan Goa Akbar atas ajakan Sunan Kalijaga (saat itu terkenal sebagai Brandal Lokajaya).

Goa Akbar oleh Sunan Kalijaga dijadikan sebagai tempat tinggal setelah kasus Brandal Lokajaya, perampok dihutan perbatasan Tuban-Jawa Tengah yang mengaku-ngaku sebagai dirinya, sehingga membuat Sunan Kalijaga diusir oleh Wilotikto, Bupati Tuban ke-9 sekaligus ayahandanya. 

Sunan Bonang terpesona dan langsung berucap "Allahu Akbar" pada saat memasuki goa dan melihat keindahan pemandangan Goa Akbar. Sejak kejadian itu, goa tempat tinggal Sunan Kalijaga lantas dinamakan Goa Akbar. 

Ada versi lain yang berkembang dimasyarakat, didaerah sekitar goa banyak dijumpai pohon Abar. Masyarakat setempat sering menyebutnya Ngabar. "Ngabar" berarti latihan (dalam bahasa jawa). 

Menurut cerita, Goa Akbar pernah menjadi tempat latihan ilmu kanuragan prajurit Ronggolawe yang berencana mengadakan pemberontakan ke Kerajaan Majapahit sebagai bentuk ketidakpuasan Ronggolawe atas pelantikan Nambi sebagai Maha Patih Majapahit.

Kini, wisata alam Goa Akbar sudah dikelola oleh Pemkab Tuban, didalam tempat wisata ini pengunjung dapat menikmati keindahan stalagmit dan stalagtit goa. Selain keindahan stalagmit dan stalagtit, didalam goa pengunjung akan disuguhi sumber mata air alam yang mengalir dengan deras didalam perut bumi. Pengunjung juga bisa melaksanakan ibadah sholat didalam musholla yang ada didalam goa.

Tertarik berkunjung dan Berwisata di Goa Akbar Tuban? Agar semakin tertarik dan penasaran dengan wisata alam satu ini. Berikut foto-foto Goa Akbar Tuban.

Tangga memasuki Goa Akbar Tuban.
Tangga memasuki Goa Akbar Tuban.

Bebatuan di Wisata Alam Goa Akbar Tuban.
Bebatuan di Wisata Alam Goa Akbar Tuban.

Pemandangan dari tangga pintu masuk Goa Akbar.
Pemandangan dari tangga pintu masuk Goa Akbar.

Pasepen Kori Sinandhi: Goa Akbar Tuban.
Pasepen Kori Sinandhi: Goa Akbar Tuban.

Suasana didalam Goa Akbar, tangga jalur pengunjung dan kolam ikan.
Suasana didalam Goa Akbar, tangga jalur pengunjung dan kolam ikan.

Penjual Batik Gedog Tuban di lokasi Goa Akbar: Batik khas Kabupaten Tuban.
Penjual Batik Gedog Tuban di lokasi Goa Akbar: Batik khas Kabupaten Tuban.
Saved under : ,

Wisata Laut Tuban Yang Elok, Tapi Sayang...

Assalamu'alaikum, selamat malam sobat Blogger Tuban. Semoga aktivitasnya pada malam hari ini diberikan kelancaran. Yang lagi belajar semoga diberi kemudahan untuk menyerap ilmu yang dipelajari, yang lagi ngopi semoga diberi tambahan ilmu juga dari ngobrol ngalor-ngidul yang dilakoni hehe.

***

Kali ini saya mau berbagi tentang sebuah tempat wisata yang sangat elok di Kabupaten Tuban tercinta. Sesuai judul, pasti sobat sudah tahu dong kalo tempat yang akan saya tulis bernama Wisata Laut Tuban.

Wisata Laut Tuban sendiri adalah salah satu tempat wisata yang (seharusnya) menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Kabupaten Tuban. Hal ini dikarenakan keunikan tempat wisata ini yang berada dipinggir pantai serta dibangun dengan sangat megah dan menjorok ke laut. Kemegahannya bisa sobat mulai lihat dan rasakan dari pintu gerbangnya. Sebuah bagunan pintu masuk yang sekilas nampak berlantai dua dengan dua buah pintu geser samping berlogo kuda Ronggolawe.

Tempat wisata laut ini, dikenal juga dengan sebutan TWT, atau Terminal Wisata Tuban. Jadi sobat tak usah bingung kalau ada teman atau keluarga yang ingin berlibur ke TWT. Ajakin saja ke Wisata Laut Tuban! Tempatnya sama, cuma beda sebutan saja!

Sejalan dengan kemegahan bangunan Wisata Laut Tuban, didalamnya terdapat berbagai fasilitas hiburan. Antara lain ada kolam renang, ada taman beserta ayunan dan plorotan, ada pula gedung yang menjadi zona permainan dengan ruangan ber-AC, dan tentu saja mesin-mesin permainan modern didalamnya. Tidak kalah dengan yang ada di GameFantasia deh...

Tetapi, meskipun Wisata Laut Tuban ini dibangun dengan berbagai fasilitas penunjang, serta dibangun dengan sangat megah, tadi siang saat saya berkunjung kesana, kondisi tempat wisata yang satu ini sangat disayangkan: TIDAK TERURUS alias TERBENGKALAI! 

Banyak fasilitas Wisata Laut Tuban yang terlihat kumuh, pepohonan cemara yang menghijau tampak kumuh karena tidak terurus. Fasilitas yang ada di zona permainan, sangat menggiurkan untuk dicoba, tetapi sayang, gedung zona permainan ditutup rapat. Dan dari luar, gedung zona permainan yang ditutup ini malah tampak menyeramkan. Megah, namun tertutup dan sepi.

Beralih ke fasilitas lainnya, ke fasilitas kolam renang. Meskipun berada dikawasan Wisata Laut Tuban, pengunjung diharuskan membayar lagi untuk bisa masuk kedalam fasilitas kolam renang. Saya tadi tidak masuk ke fasilitas ini (soalnya harga tiketnya lebih mahal dibanding harga tiket kawasan), jadi hanya mengetahui kondisi fasilitas kolam renang dari luar saja. 

Dari luar, fasilitas kolam renang yang terlihat adalah plorotan besar berwarna biru, lalu terlihat juga bak penampung air, yang akan tumpah jika airnya sudah terisi penuh, tangga plorotan juga terlihat dari luar fasilitas kolam renang. Khusus untuk tangga plorotan, terlihat kondisinya sangat memprihatinkan, terlihat sudah berkarat dan kropos.

Penutup dari cerita perjalanan saya tadi siang di Wisata Laut Tuban/Terminal Wisata Tuban, sangat disayangkan sekali. Bangunan dan fasilitas megah yang dibangun untuk tempat wisata ini tidak terurus dan terbengkalai. Diperlukan keseriusan dari berbagai pihak terkait untuk 'menyelamatkan' objek wisata yang bisa menjadi penggerak perekonomian masyarakat secara langsung ini. Semoga!

Key Guide Wisata Laut Tuban :
  • Lokasi : Kecamatan Jenu, belakang terminal baru Tuban
  • Biaya masuk portal : Sepeda Motor Rp 1.000,00
  • Tiket masuk kawasan : Dewasa Rp 5.000,00
  • Tiket masuk kolam renang : Dewasa Rp 12.500,00

Gerbang Wisata Laut Tuban
Gerbang Wisata Laut Tuban

Zona Permainan Wisata Laut Tuban
Zona Permainan Wisata Laut Tuban

Pintu Kolam Renang Wisata Laut Tuban
Pintu Kolam Renang Wisata Laut Tuban

Kolam Renang Wisata Laut Tuban
Kolam Renang Wisata Laut Tuban

Tangga Kolam Renang Wisata Laut Tuban
Tangga Kolam Renang Wisata Laut Tuban

Saved under : ,

Mengenal Ongkek dan Legen Tuban

Hola... Selamat sore menjelang matahari tenggelam :) Semoga kebaikan selalu menyertai kita, kemarin, saat ini esok, selamanya...

***

Kali ini Admin akan mengajak sobat untuk mengenal sesuatu yang sangat khas dengan Kabupaten Tuban. Sesuatu itu terbuat dari bahan alami, panjang dan besar. Sesuatu itu pada masa lalu menjadi pioner untuk membawa larutan cair berupa air nira Lontar, sebelum adanya botol plastik maupun jerigen plastik. Sesuatu itu yang biasa dipanggul oleh para petani untuk membawa air nira hasil penderasan pohon lontar untuk dijual kepada para konsumen "dimasa lalu". Sekarang, sesuatu itu sudah menjadi barang yang langka, sangat jarang kita menemuinya. 

Admin sendiri sampai saat ini belum pernah melihat Ongkek secara langsung dipanggul keliling kampung oleh pak tani penderas air nira untuk menjajakan air nira.

Sesuatu itu adalah "Ongkek", sebuah alat/wadah yang biasa dipakai untuk menjual legen (air nira sadapan bunga pohon Ental/Lontar). Nama yang sangat unik ya :) . Ongkek pada masa lalu menjadi wadah untuk menampung legen dan menjual legen keliling kampung.

Sementara itu, legen sendiri merupakan hasil yang diperoleh dari sadapan manggar/bunga pohon Siwalan (Borassus Flabelifer) atau yang dikenal dengan pohon Ental/Lontar. Sebelum masa sekitar tahun 1970 di Kabupaten Tuban masih banyak dijumpai pohon Lontar dipinggir jalan/didalam perkampungan di Tuban dan sekitarnya. Hal demikian menjadikan banyak penjual legen yang masih menjajakan legen dagangannya dengan Ongkek.

Namun pada sekitar tahun 1975 keberadaan Ongkek sudah menjadi barang langka dan hampir punah karena keberadaannya mulai digantikan oleh jerigen. Penjual legen berkeliling menjajakan legen menggunakan Ongkek pada masa sebelum tahun 1970, namun seiring berjalannya waktu lambat laun peralatan Ongkek sudah tidak pernah/jarang dijumpai lagi dan akhirnya menjadi barang langka.

Ongkek bukanlah sesuatu yang hanya mempunyai satu unit saja, Ongkek memiliki beberapa kelengkapan yaitu terdiri dari :
1. Bonjor
2. Centhak
3. Bethek
4. Pikulan/ongkek
5. Pisau deres
6. Kolongan (angkul)
7. Caping
8. Sabuk otog
9. Sandal gebang
10. Kepek
11. Kepis dari lontar

Sangat disayangkan ya, Ongkek yang seharusnya menjadi kekhasan khazanah kuliner Kabupaten Tuban harus tergusur oleh modernisasi dengan digantikan jerigen plastik. Semoga masih ada masyarakat Kabupaten Tuban yang peduli dengan kelestarian Ongkek. Sobat BloggerTuban ada yang tahu alamat pengrajin/pembuat Ongkek di Bumi Wali? Mohon infonya ya...

Berikut foto-foto kelengkapan Ongkek yang Admin dapatkan dari bersemedi, eh, dari berkunjung ke Museum Kambang Putih :

Centhak - Sabuk otog - Caping - Pikulan - Bonjor
Centhak - Sabuk otog - Caping - Pikulan - Bonjor

Kepis Lontar - Bethek
Kepis Lontar - Bethek

Kolongan - Pisau deres - Kepek - Sandal Gebang - Centhak
Kolongan - Pisau deres - Kepek - Sandal Gebang - Centhak


*Credit : Museum Kambang Putih
Saved under : , , , ,

Wisata Air Terjun Banyu Langsih Tuban

Kondisi geografis Kabupaten Tuban yang terletak pada daerah dataran tinggi (perbukitan) membuat kabupaten berjuluk Bumi Wali dan Bumi Ronggolawe ini memiliki banyak air terjun alami. Mungkin yang populer kita ketahui selama ini hanyalah Air Terjun Nglirip yang ada di Kecamatan Singgahan saja. Namun sadarilah, Kabupaten Tuban mempunyai lebih banyak air terjun lagi yang bisa dinikmati untuk berekreasi diakhir pekan. Salah satunya adalah Wisata Air Terjun Banyu Langsih yang ada di Desa Boto, Kecamatan Merakurak.

Di air terjun Banyu Langsih ini, kita akan disuguhi pemandangan alam berupa tumpukan air terjun dengan aliran air disela-sela bebatuan besar. Pertanda bebatuan dataran tinggi. Seingat saya, air terjun Banyu Langsih ini bertumpuk 2 (dua). Pada bagian bawah terdapat 2 air terjun kecil yang terpisah bebatuan, dan 1 air terjun utama pada bagian tumpukan atasnya. 

Meskipun air terjun yang ada di Bayu Langsih tidak setinggi air terjun Nglirip, namun kondisi air terjun yang bertumpuk demikian tentu memberikan suasana berbeda jika dibandingkan dengan kondisi yang ada di Air Terjun Nglirip. 

Untuk menuju ke lokasi Wisata Air Terjun Banyu Langsih ini, ada baiknya berkoordinasi dengan teman kalian yang berdomisili didaerah sekitar air terjun tersebut. Soalnya tempat wisata yang satu ini berada jauh didalam desa yang jauh dari jalan utama. 

Dua buah air terjun dibagian tumpukan bawah : Air Terjun Banyu Langsih.
Dua buah air terjun dibagian tumpukan bawah : Air Terjun Banyu Langsih.

Air terjun utama dibagian tumpukan atas (kurang terlihat) : Air Terjun Banyu Langsih.
Air terjun utama dibagian tumpukan atas (kurang terlihat) : Air Terjun Banyu Langsih.

Pepohonan Siwalan/Lontar dipinggiran air terjun Banyu Langsih.
Pepohonan Siwalan/Lontar dipinggiran air terjun Banyu Langsih. Kita juga
bisa membeli minuman tradisional Legen pada masyarakat sekitar Banyu Langsih.



Indah bukan Wisata Air Terjun Banyu Langsih Tuban ini? Ayo bersama kita kembangkan potensi pariwisata Kabupaten Tuban. Salah satunya dengan cara menuliskan potensi wisata di daerah kalian masing-masing melalui media blog. Salam Blogger Tuban!
Saved under : ,

Tips 'Night Trip' di Kota Tuban

Haloha.... Sudah makan siang kah sobat Blogger Tuban semua? Belum? Wah, cepetan makan siang dulu, biar aktivitasnya makin lancar dan semangat dalam menjalaninya :)

Tips 'Night Trip' di Kota Tuban - Sekedar berbagi tips nih, siapa tahu bagi sobat Blogger Tuban yang punya rencana untuk bepergian ke Kota Kabupaten Tuban pada malam hari, tips ini bisa bermanfaat untuk "Night Trip" yang akan dilalui sobat semuanya.

Suasana malam hari di kompleks Alun-alun Tuban: Foto Kantor Bupati.
Suasana malam hari di kompleks Alun-alun Tuban: Foto Kantor Bupati.
Berkendara dimalam hari (terutama menggunakan sepeda motor), selain harus waspada karena minimnya cahaya bila dibandingkan pada saat berkendara disiang hari, juga harus tahu seluk-beluk daerah yang akan sobat kunjungi. Hal ini supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat berkendara. Nah berikut ini tips berkendara dimalam hari "Night Trip" di Kota Tuban :

  1. Persiapkan kendaraan kalian : Jangan sampai perjalanan "Night Trip" menjadi kacau karena kendaraan mengalami kerusakan. Kalau kehabisan bahan bakar, ban sepeda bocor, mau mencari penjual bensin/SPBU dan bengkel dimana wong malam hari? 
  2. Persiapkan kelengkapan kendaraan bermotor : STNK dan SIM + KTP. Untuk menghindari razia dari aparat berwenang, persiapkan kelengkapan identitas dan kelengkapan kendaraan bermotor yang akan kalian gunakan. Lebih nyaman dan tenang kalau mematuhi aturan!
  3. Jangan lupa pakai peralatan keselamatan berlalu lintas : Pakai helm itu lebih keren lho! So, jangan melakukan perjalanan dimalam hari menuju Kota Tuban kalau tidak memakai peralatan keselamatan berlalu lintas seperti helm dan jaket.
  4. Patuhi aturan lalu lintas, ini kota bro! 

Kota Tuban dimalam hari itu :

  1. Terkonsentrasi dibeberapa pusat keramaian : Pusat kegiatan masyarakat Kota Tuban pada malam hari adalah disekitar :

    • Kompleks Gedung Olahraga Rangga Jaya Anoraga (Jl. Sunan Kalijaga), disini kalian bisa belanja kuliner. Mulai dari minuman sampai makanan tersedia disepanjang trotoar jalan ini. Kalian juga bisa bermain atau berjalan-jalan diarena olahraga yang selesai dibangun beberapa waktu yang lalu.  
    • Jl. Basuki Rahmat. Di jalan yang membelah tengah kota ini kalian akan dapati keramaian orang-orang yang hilir-mudik dimalam hari. Jalan Basuki Rahmat atau yang sering disebut Basra adalah pusat jual-beli di Kota Tuban. Pusat perbelanjaan juga ada dan terletak di Basra, yaitu Bravo. Jalan Basuki Rahmat berada setelah Jalan Sunan Kalijaga (dari arah barat).
    • Alun-alun Tuban, selain ramai dengan para peziarah Makam Sunan Bonang, pada malam hari di Alun-alun Tuban banyak pedagang makanan ringan yang berjualan disepanjang jalan didepan kantor bupati. Kegiatan lain yang biasa terkonsentrasi disini pada malam hari adalah kegiatan bersepatu roda dan kegiatan free style kendaraan bermotor roda dua (pada larut malam).
    • Pinggir pantai Tuban (Jl. R.E Martadinata), setiap malam hari, lokasi pinggir pantai (dekat dengan Klenteng Kwan Sing Bio) ini selalu ramai dengan para penjaja minuman dan makanan ringan. Anak-anak muda Kota Tuban biasanya menghabiskan malam secara bergerombol disepanjang pinggir pantai yang berada di jalur Pantura ini dengan menikmati segelas minuman hangat.

    Suasana malam hari di Jl. Sunan Kalijaga/Kompleks Gor Rangga Jaya Anoraga
    Suasana malam hari di Jl. Sunan Kalijaga/Kompleks Gor Rangga Jaya Anoraga


  2. Pencahayaan minim dan jalanan berlubang : Pada beberapa titik ruas jalan, lampu lalu lintas tidak berfungsi alias padam. Kondisi demikian tentu membuat jalanan menjadi gelap dan patut diwaspadai. Apalagi juga ditemui jalanan berlubang (di Jalan Letda Sucipto, Jalan R.E Martadinata, Sekitar alun-alun, Jalan Gedong Ombo). So, berhati-hatilah :)
  3. Diatas jam 9, lampu lalu lintas dimatikan : Ini yang asyik, kalau kita jalan-jalan ke Kota Tuban pada malam hari, diatas jam 9 malam maka lampu lalu lintas yang berada dikawasan kota akan dimatikan oleh pihak kepolisian. Hal ini tentu saja mengurangi hambatan kita dalam berkendara, karena tidak harus berhenti karena lampu lalu lintas menyala Merah.
Siap untuk berpetualang "Night Trip" di Kota Tuban?


Catatan : Kota Tuban adalah kawasan pemerintahan kabupaten.
Saved under : , ,

Tempat Wisata Asyik di Kabupaten Tuban

Bumi Wali (ada juga yang menyebut Bumi Ronggolawe) yang berada dipinggir pantai utara Jawa dan memiliki akses jalan yang mulus hampir pada semua jalanannya mempunyai beragam tempat wisata asyik yang bisa menjadi tujuan ketika berwisata di Bumi Wali Kabupaten Tuban.

Kenapa asyik? Karena banyak spot yang bisa dipergunakan untuk berwisata. Selain itu, akses jalan untuk menuju ke tempat wisata sudah diaspal "mulus" sehingga akan memudahkan ketika ingin berwisata ke beberapa tempat wisata di Kabupaten Tuban.

Beberapa dari tempat wisata asyik di Kabupaten Tuban menawarkan keindahan alam pantai utara dan beberapa lainnya menawarkan keindahan hutan alam dan budaya. Langsung ke  Te Ka Pe...

1. Masjid Agung Tuban
Masjid Agung Tuban berada satu kompleks dengan tempat wisata Makam Sunan Bonang, Alun-alun Tuban, Museum Kambang Putih dan Pantai Boom. Tempat wisata yang satu ini sudah pasti tidak akan pernah terlewatkan oleh para peziarah maupun para wisatawan karena arsitektur bangunannya yang megah.

Masjid Agung Tuban tampak depan.

2. Makam Sunan Bonang
Berada dibelakang Masjid Agung Tuban, Makam Sunan Bonang adalah salah satu tempat wisata religi di Kabupaten Tuban yang sering dikunjungi oleh peziarah dari seluruh Indonesia. Sunan Bonang adalah salah satu dari sembilan wali (wali songo) yang menyebarkan ajaran agama Islam di Pulau Jawa.

Cungkup Makam Sunan Bonang.

3. Museum Kambang Putih
Museum Kambang Putih mempunyai beragam koleksi benda purbakala yang ditemukan di Kabupaten Tuban serta beberapa koleksi benda budaya yang ada di Kabupaten Tuban. Koleksi terbaru Museum Kambang Putih adalah koleksi tentang grup band Koes Plus bersaudara.

Museum Kambang Putih Tuban.

4. Alun-alun Tuban
Alun-alun Tuban biasanya akan ramai pada malam hari, pada malam hari banyak masyarakat sekitar yang datang ke Alun-alun Tuban untuk menikmati malam diarea terbuka di Alun-alun Tuban.

Alun-alun Kota Tuban, suasa siang hari.

5. Pantai Boom
Berada di arah utara dari Alun-alun Tuban, tempat wisata Pantai Boom menawarkan keindahan pesona pantai utara Jawa yang dikemas dalam sebuah tempat wisata dengan jalan setapak yang menjorok -+ 800 meter ke tengah laut.

Pemandangan dari pintu gerbang Pantai Boom Tuban.

6. Pantai Cemara
Pantai Cemara berada dekat dengan terminal baru / terminal wisata Kambang Putih Kabupaten Tuban. Pantai Cemara menyuguhkan eksotisme pantai utara Jawa dengan ratusan Pohon Cemara dipinggir pantai yang meneduhkan.

Pantai Cemara Tuban, berteduh dibawah rindangnya Pohon Cemara.

7. Pantai Kelapa
Berada di Panyuran (sekitar -+ 2 km arah timur dari Alun-alun Tuban), Pantai Kelapa menyuguhkan pemandangan pantai utara Jawa dengan ratusan Pohon Kelapa dipinggir pantainya. Pantai yang satunya penuh dengan  Pohon Cemara, yang ini penuh dengan Pohon Kelapa.

Deretan Pohon Kelapa di Pantai Cemara Tuban.

8. Terminal wisata Kambang Putih
Terminal wisata Kambang Putih di daerah Kecamatan Jenu, didalamnya terdapat area bermain dan kolam renang. Terminal wisata Kambang Putih juga sering disebut oleh masyarakat sekitar dengan sebutan TWT.

Terminal wisata Tuban tampak depan dimalam hari.

9. Klenteng Kwan Sing Bio
Klenteng Kwan Sing Bio berada dekat dengan alun-alun Tuban (arah barat -+ 800 meter). Klenteng yang megah dengan ikon Kepiting raksasa pada pintu gerbangnya ini mengarah tepat ke arah pantai utara Jawa. Klenteng Kwan Sing Bio sangat megah dan menghadirkan suasana Negeri China yang bisa dinikmati di Kabupaten Tuban.

Ikon Kepiting raksasa Klenteng Kwan Sing Bio Tuban.

10. Pemandian alam Bektiharjo
Pemandian alam Bektiharjo menawarkan wisata alam dari sumber mata alami. Pemandian alam Bektiharjo berada -+ 5 km arah tenggara dari pusat Kota Tuban. Pada bulan tertentu, pemandian alam Bektiharjo dijadikan sebagai tempat dilaksanakannya ritual adat masyarakat sekitar.

Kolam wisata pemandian alam Bektiharjo Tuban.


Kesepuluh daftar tempat wisata asyik di Kabupaten Tuban pada daftar diatas hanya sebagian kecil dari tempat wisata di Kabupaten Tuban yang bisa dijadikan tujuan untuk menghabiskan akhir pekan atau liburan bersama keluarga dan orang tercinta (masih ada Goa Akbar, Goa Ngerong, Goa Putri Asih dan banyak lagi lainnya). Selamat hari senin dan selamat beraktivitas.

*Sumber gambar : Google, Blogspot.
Saved under : ,
Scroll to top