-->

Headline News


Haul Syekh Abdul Jabbar (Mbah Jabbar) Jojogan

Haul Syekh Abdul Jabbar (penulis lebih sering menyebut dengan nama Mbah Jabbar) diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 17 Muharram dalam penanggalan hijriah. Namun jika bertepatan dengan hari Jum’at, pelaksanaan haul diundur pada hari berikutnya (Sabtu tanggal 18 Muharram). 

Menurut situs jawatimuran.wordpress.com, peringatan Haul Mbah Jabbar pertama kali diadakan pada tahun 1964 atas inisiatif Mbah Sholeh (Ngerong, Rengel), Mbah Zaini (Mruwut, Bojonegoro), dan Mbah Munthoha (Padangan, Bojonegoro). 

Pada acara peringatan Haul Mbah Jabbar, banyak peziarah yang mengunjungi makam Mbah Jabbar ini. Mereka biasanya datang berkelompok, menggunakan kendaraan bak terbuka: truk, colt, dan sejenisnya. Kondisi demikian selalu membuat macet akses jalan, satu-satunya akses penghubung utama Kecamatan Singgahan dengan Kecamatan Montong yang berada dibawah bukit yang menjadi makam Mbah Jabbar. 

Bukit tempat dimakamkannya Mbah Jabbar.
Bukit tempat dimakamkannya Mbah Jabbar.

Para peziarah datang untuk mendo'akan Almarhum Mbah Jabbar. Mereka membaca Tahlil dan Surat Yaasin secara bersama-sama didekat pusara Mbah Jabbar. Setiap satu kelompok peziarah selesai membaca Tahlil dan Surat Yaasin, akan ada kelompok peziarah lain yang menyambung. Begitu seterusnya sehingga pada saat haul suasana menjadi sangat ramai dan penuh sesak.

Akses pintu utama makam Mbah Jabbar.
Akses pintu utama makam Mbah Jabbar (sumber: pesonawisatatuban019).

Suasanya ramai tidak hanya terjadi didekat pusara, dipinggir jalanan (dibawah bukit tempat dimakamkannya Mbah Jabbar), berjejer para pedagang khas acara haul seperti ini. Ada penjual jenang dodol, penjual salak dan buah-buahan sejenisnya, penjual aksesoris dan masih banyak lagi. 

Biasanya, para kaum muda lebih banyak yang tertarik kepada dagangan yang dijajakan ini daripada berdo'a atau membacakan Tahlil dan Surat Yaasin untuk Syekh Abdul Jabbar. Penulis termasuk salah satu dari mereka. Hehe.

Pedagang musiman dari arah Montong, belum mulai ramai.
Pedagang musiman dari arah Montong, belum mulai ramai.

Pedagang musiman dari arah Jojogan, sudah mulai ramai.
Pedagang musiman dari arah Jojogan, sudah mulai ramai.

Penjual Legen dan Siwalan. Minuman dan makanan khas Tuban.
Penjual Legen dan Siwalan. Minuman dan makanan khas Tuban.

Pada tahun ini, tanggal 17 Muharram bertepatan dengan tanggal 21 November, atau tepat hari ini. 

Yuk, yang berdomisili dikawasan Singgahan dan sekitarnya, merapat untuk turut dalam Haul Syekh Abdul Jabbar (Mbah Jabbar) Jojogan. Agar kita menjadi lebih ingat bahwa kematian sangatlah dekat dengan kita, dan menjadikan kita semakin memperbanyak beribadah serta semakin mendekatkan diri kepada-Nya.
Saved under : , , ,

Berwisata di Goa Akbar Tuban

Berwisata di Goa Akbar Tuban - Wisata alam di Tuban seakan tiada habisnya! Setelah beberapa waktu yang lalu bloggertuban.com membahas mengenai Air Terjun Nglirip, Air Terjun Banyu Langsih dan Terminal Wisata Kambang Putih Tuban, sekarang kita akan membahas tentang Goa Akbar. Goa yang berada dibawah pasar baru Tuban.

Wisata Goa Akbar, berada pada tempat yang strategis dan mudah diakses. Lokasi wisata ini berada dibelakang sekaligus berada dibawah pasar baru Tuban. Lhoh, kok bisa? Bisa seperti itu karena pintu masuk goa ini memang berada dibelakang pasar baru, namun lorong-lorong goa sepanjang 1,2 kilometer berada berkelok-kelok dibawah pasar baru.

Goa akbar menawarkan wisata alam yang dibalut wisata sejarah. Goa Akbar yang diperkirakan berusia 20 juta tahun dan merupakan bagian dari sejarah Kabupaten Tuban, dahulu kala diceritakan Sunan Bonang mengetahui keberadaan Goa Akbar atas ajakan Sunan Kalijaga (saat itu terkenal sebagai Brandal Lokajaya).

Goa Akbar oleh Sunan Kalijaga dijadikan sebagai tempat tinggal setelah kasus Brandal Lokajaya, perampok dihutan perbatasan Tuban-Jawa Tengah yang mengaku-ngaku sebagai dirinya, sehingga membuat Sunan Kalijaga diusir oleh Wilotikto, Bupati Tuban ke-9 sekaligus ayahandanya. 

Sunan Bonang terpesona dan langsung berucap "Allahu Akbar" pada saat memasuki goa dan melihat keindahan pemandangan Goa Akbar. Sejak kejadian itu, goa tempat tinggal Sunan Kalijaga lantas dinamakan Goa Akbar. 

Ada versi lain yang berkembang dimasyarakat, didaerah sekitar goa banyak dijumpai pohon Abar. Masyarakat setempat sering menyebutnya Ngabar. "Ngabar" berarti latihan (dalam bahasa jawa). 

Menurut cerita, Goa Akbar pernah menjadi tempat latihan ilmu kanuragan prajurit Ronggolawe yang berencana mengadakan pemberontakan ke Kerajaan Majapahit sebagai bentuk ketidakpuasan Ronggolawe atas pelantikan Nambi sebagai Maha Patih Majapahit.

Kini, wisata alam Goa Akbar sudah dikelola oleh Pemkab Tuban, didalam tempat wisata ini pengunjung dapat menikmati keindahan stalagmit dan stalagtit goa. Selain keindahan stalagmit dan stalagtit, didalam goa pengunjung akan disuguhi sumber mata air alam yang mengalir dengan deras didalam perut bumi. Pengunjung juga bisa melaksanakan ibadah sholat didalam musholla yang ada didalam goa.

Tertarik berkunjung dan Berwisata di Goa Akbar Tuban? Agar semakin tertarik dan penasaran dengan wisata alam satu ini. Berikut foto-foto Goa Akbar Tuban.

Tangga memasuki Goa Akbar Tuban.
Tangga memasuki Goa Akbar Tuban.

Bebatuan di Wisata Alam Goa Akbar Tuban.
Bebatuan di Wisata Alam Goa Akbar Tuban.

Pemandangan dari tangga pintu masuk Goa Akbar.
Pemandangan dari tangga pintu masuk Goa Akbar.

Pasepen Kori Sinandhi: Goa Akbar Tuban.
Pasepen Kori Sinandhi: Goa Akbar Tuban.

Suasana didalam Goa Akbar, tangga jalur pengunjung dan kolam ikan.
Suasana didalam Goa Akbar, tangga jalur pengunjung dan kolam ikan.

Penjual Batik Gedog Tuban di lokasi Goa Akbar: Batik khas Kabupaten Tuban.
Penjual Batik Gedog Tuban di lokasi Goa Akbar: Batik khas Kabupaten Tuban.
Saved under : ,

Penutupan Festival Kesenian Pesisir Utara 2013 - Tuban

Jadwal Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) 2013
Jadwal Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) 2013

Penutupan Festival Kesenian Pesisir Utara 2013 - Kabupaten Tuban, Jawa Timur - Kemeriahan perayaan hari jadi Kabupaten Tuban yang ke 720 pada tahun ini memang berbeda dengan kemeriahan perayaan hari jadi sebelumnya. Karena pada tahun ini, event besar berskala propinsi dan berskala nasional digelar di Tuban Bumi Wali ini.

Kedua event tersebut pernah saya publikasikan di bloggertuban.com dengan judul Kirab Budaya Jawa Timur 2013 di Tuban dan Jadwal Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) 2013 di Tuban

Kali ini, kita akan mengulik tentang FKPU yang berakhir pada tanggal 09 November 2013 silam. Yang mana, saya berkesempatan untuk menyaksikan penutupan acara tersebut pada pukul 22.30 malam.  Meskipun sebenarnya tidak terlalu ingin menyaksikan FKPU, namun karena berfikir toh malam itu malam terakhir diadakannya festival, tidak ada salahnya saya pergi ke alun-alun untuk menonton pertunjukan.

Berangkat ke alun-alun, saya sengaja melewati depan GOR Rangga Jaya Anoraga, disana terjadi kemacetan luar biasa. Maklum, pada waktu berangkat ke alun-alun, jam masih menunjukkan pukul 20.00 malam. Dan, di GOR memang sedang diadakan acara pameran dagang produk unggulan Kabupaten Tuban yang disertai dengan pertunjukan live musik dangdut. 

Kemacetan sangat parah pun tidak bisa dihindari, karena banyak kendaraan bermotor yang diparkir dipinggir jalan, membuat jalanan di Jl. Kalijaga itu menyempit. Belum lagi, pihak kepolisian yang setahu saya tak ada satupun yang berusaha mengurai kemacetan ini (mungkin lebih fokus ke penjagaan live musik dangdut yang sedang terjadi tawuran antar penonton).

Terlepas dari kemacetan GOR, meskipun lelah namun saya tetap bisa menikmati (karena beberapa kali bisa mencuri pandang ke kerumunan penonton pertunjukan musik dangdut yang terlibat tawuran) perjalanan. Hingga akhirnya, sampai di alun-alun Tuban. Masuk lewat pintu utara dan memarkir motor dibawah pohon beringin kembar yang sangat besar di utara alun-alun.

Di alun-alun, bukan hanya acara penutupan Festival Kesenian Pesisir Utara 2013 yang menarik perhatian saya, disana juga banyak pedagang: camilan, makanan, pakaian hingga berbagai perlengkapan rumah tangga. Sebelum menonton festival, saya menghilangkan rasa penasaran terhadap barang dagangan mereka dengan mengunjungi stand-stand sederhana yang mereka dirikan.

Acara utama: 

Setelah puas berkeliling, inilah acara utama yang saya tuju pada saat berangkat tadi. Menyaksikan jalannya acara penutupan  Festival Kesenian Pesisir Utara 2013 di Kabupaten Tuban. Waktu itu, saya masih bisa menyaksikan suguhan kesenian tari-tarian yang dibawakan oleh kontingen dari Kabupaten Tuban sendiri sebagai tuan rumah sebelum festival ini ditutup oleh pihak panitia.

Mereka membawakan kesenian yang luar biasa. Tari-tarian yang mereka bawakan sarat dengan makna dan pelajaran hidup. Mereka menari mengikuti irama, sekaligus meng-edukasi masyarakat. 

Dan berikut ini, salah satu kesenian: Tongklek Ilir-ilir yang dibawah oleh kontingen Kabupaten Tuban dari Kecamatan Kerek. Selamat menikmati video yang saya rekam menggunakan handphone ini. Sampai bertemu di Festival Kesenian Pesisir Utara tahun depan, dikota lainnya.

Saved under : , ,

Kirab Budaya Jawa Timur 2013 di Tuban

Kirab Budaya Jawa Timur 2013 di Tuban - Siang tadi, Kabupaten Tuban yang sebentar lagi merayakan ulang tahun ke 720 pada tanggal 12 November 2013 nanti, menjadi tuan rumah kegiatan pagelaran tingkat propinsi. Kirab Budaya Jawa Timur 2013, itulah nama pagelaran akbar ini. Acara ini merupakan rangkaian dari kegiatan Festival Kesenian Pesisir Utara yang jadwal acaranya pernah saya tulis pada arikel Jadwal Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) 2013 di Tuban.

Acara kirab budaya mengambil start dari alun-alun Kota Tuban, melewati Jl. Kartini - Jl. Veteran - Jl. Basuki Rahmat - Jl. Sunan Kalijogo dan berakhir di GOR Rangga Jaya Anoraga. Sepanjang jalan yang dilalui kirab budaya, penuh sesak oleh masyarakat yang antusias menyaksikan acara kirab yang diisi oleh berbagai kreatifitas busana yang dibawakan oleh perwakilan kabupaten se Jawa Timur.

Beberapa ruas jalan yang terhubung dengan jalan yang dilalui kirab, ditutup oleh aparat kepolisian. Dan arus lalu lintas Pantai Utara dari arah Surabaya menuju Semarang dialihkan melewati Jl. Letda Sucipto setelah perempatan patung.
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, saya tadi juga melihat acara tingkat propinsi di yang diadakan di Kabupaten Tuban ini. Setelah selesai dengan kegiatan ngampus, saya tadi turut menyaksikan acara kirab budaya. Saya beserta tiga teman saya menyaksikan didepan sekolah dasar dekat pertigaan sambong.

Menurut saya, kegiatan Kirab Budaya Jawa Timur 2013 seperti ini adalah acara yang sangat luar biasa dan harus rutin diadakan. Selain untuk menghibur masyarakat, acara seperti ini akan memacu para seniman untuk terus berkreasi dan memamerkan kreasi terbaik mereka kedepan khalayak ramai. Sehingga secara otomatis masyarakat akan teredukasi untuk menghargai karya seni.

Oiya, Saya tadi sempat mengabadikan beberapa momen kirab budaya ini dengan kamera ponsel. Saya niatkan untuk menjadi foto pendukung dalam menulis artikel Kirab Budaya Jawa Timur 2013 di Tuban ini. 

Kirab Budaya Jawa Timur : Trenggalek
Kirab Budaya Jawa Timur : Trenggalek

Kirab Budaya Jawa Timur : Lamongan
Kirab Budaya Jawa Timur : Lamongan

Kirab Budaya Jawa Timur : Banyuwangi
Kirab Budaya Jawa Timur : Banyuwangi

Kirab Budaya Jawa Timur : Magetan
Kirab Budaya Jawa Timur : Magetan

Kirab Budaya Jawa Timur : Ngawi
Kirab Budaya Jawa Timur : Ngawi

Kirab Budaya Jawa Timur : Pamekasan
Kirab Budaya Jawa Timur : Pamekasan
Saved under : , , ,

Jadwal Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) 2013 di Tuban

Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU), merupakan sebuah acara pertunjukan kesenian dari berbagai daerah (terutama daerah-daerah pinggiran pantai utara Jawa). Festival ini akan diadakan di Kabupaten Tuban pada bulan Nopember 2013 ini dan akan digelar pada beberapa venue yang sering digunakan untuk kegiatan besar di Kabupaten Tuban.

Di Alun-alun kota, GOR Rangga Jaya Anoraga dan Jl. Basuki Rahmat adalah beberapa venue yang akan menjadi tempat diadakannya acara Festival Kesenian Pesisir Utara 2013. Beberapa kota yang berada di pinggiran pantai utara Jawa direncanakan akan turut memeriahkan jalannya festival.

Menurut saya, diadakannya Festival Kesenian Pesisir Utara 2013 di Kabupaten Tuban pada bulan Nopember ini sangatlah bagus. Karena pada bulan ini, Kabupaten Tuban akan merayakan hari jadi yang ke 720 tahun tepat pada tanggal 12 Nopember 2013 nanti. Jadi, acara perayaan hari jadi Kabupaten Tuban akan menjadi lebih semarak pada tahun ini :)

Berikut ini Jadwal Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) 2013 di Tuban yang beberapa waktu lalu sempat saya abadikan:  

Jadwal Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) 2013 di Tuban
Jadwal Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) 2013 di Tuban

Jadwal Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) 2013 di Tuban
Jadwal Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) 2013 di Tuban

Jadwal Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) 2013 di Tuban resolusi tinggi :
[Klik - Jadwal 1]
[Klik - Jadwal 2]
Saved under : , ,

Wisata Laut Tuban Yang Elok, Tapi Sayang...

Assalamu'alaikum, selamat malam sobat Blogger Tuban. Semoga aktivitasnya pada malam hari ini diberikan kelancaran. Yang lagi belajar semoga diberi kemudahan untuk menyerap ilmu yang dipelajari, yang lagi ngopi semoga diberi tambahan ilmu juga dari ngobrol ngalor-ngidul yang dilakoni hehe.

***

Kali ini saya mau berbagi tentang sebuah tempat wisata yang sangat elok di Kabupaten Tuban tercinta. Sesuai judul, pasti sobat sudah tahu dong kalo tempat yang akan saya tulis bernama Wisata Laut Tuban.

Wisata Laut Tuban sendiri adalah salah satu tempat wisata yang (seharusnya) menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Kabupaten Tuban. Hal ini dikarenakan keunikan tempat wisata ini yang berada dipinggir pantai serta dibangun dengan sangat megah dan menjorok ke laut. Kemegahannya bisa sobat mulai lihat dan rasakan dari pintu gerbangnya. Sebuah bagunan pintu masuk yang sekilas nampak berlantai dua dengan dua buah pintu geser samping berlogo kuda Ronggolawe.

Tempat wisata laut ini, dikenal juga dengan sebutan TWT, atau Terminal Wisata Tuban. Jadi sobat tak usah bingung kalau ada teman atau keluarga yang ingin berlibur ke TWT. Ajakin saja ke Wisata Laut Tuban! Tempatnya sama, cuma beda sebutan saja!

Sejalan dengan kemegahan bangunan Wisata Laut Tuban, didalamnya terdapat berbagai fasilitas hiburan. Antara lain ada kolam renang, ada taman beserta ayunan dan plorotan, ada pula gedung yang menjadi zona permainan dengan ruangan ber-AC, dan tentu saja mesin-mesin permainan modern didalamnya. Tidak kalah dengan yang ada di GameFantasia deh...

Tetapi, meskipun Wisata Laut Tuban ini dibangun dengan berbagai fasilitas penunjang, serta dibangun dengan sangat megah, tadi siang saat saya berkunjung kesana, kondisi tempat wisata yang satu ini sangat disayangkan: TIDAK TERURUS alias TERBENGKALAI! 

Banyak fasilitas Wisata Laut Tuban yang terlihat kumuh, pepohonan cemara yang menghijau tampak kumuh karena tidak terurus. Fasilitas yang ada di zona permainan, sangat menggiurkan untuk dicoba, tetapi sayang, gedung zona permainan ditutup rapat. Dan dari luar, gedung zona permainan yang ditutup ini malah tampak menyeramkan. Megah, namun tertutup dan sepi.

Beralih ke fasilitas lainnya, ke fasilitas kolam renang. Meskipun berada dikawasan Wisata Laut Tuban, pengunjung diharuskan membayar lagi untuk bisa masuk kedalam fasilitas kolam renang. Saya tadi tidak masuk ke fasilitas ini (soalnya harga tiketnya lebih mahal dibanding harga tiket kawasan), jadi hanya mengetahui kondisi fasilitas kolam renang dari luar saja. 

Dari luar, fasilitas kolam renang yang terlihat adalah plorotan besar berwarna biru, lalu terlihat juga bak penampung air, yang akan tumpah jika airnya sudah terisi penuh, tangga plorotan juga terlihat dari luar fasilitas kolam renang. Khusus untuk tangga plorotan, terlihat kondisinya sangat memprihatinkan, terlihat sudah berkarat dan kropos.

Penutup dari cerita perjalanan saya tadi siang di Wisata Laut Tuban/Terminal Wisata Tuban, sangat disayangkan sekali. Bangunan dan fasilitas megah yang dibangun untuk tempat wisata ini tidak terurus dan terbengkalai. Diperlukan keseriusan dari berbagai pihak terkait untuk 'menyelamatkan' objek wisata yang bisa menjadi penggerak perekonomian masyarakat secara langsung ini. Semoga!

Key Guide Wisata Laut Tuban :
  • Lokasi : Kecamatan Jenu, belakang terminal baru Tuban
  • Biaya masuk portal : Sepeda Motor Rp 1.000,00
  • Tiket masuk kawasan : Dewasa Rp 5.000,00
  • Tiket masuk kolam renang : Dewasa Rp 12.500,00

Gerbang Wisata Laut Tuban
Gerbang Wisata Laut Tuban

Zona Permainan Wisata Laut Tuban
Zona Permainan Wisata Laut Tuban

Pintu Kolam Renang Wisata Laut Tuban
Pintu Kolam Renang Wisata Laut Tuban

Kolam Renang Wisata Laut Tuban
Kolam Renang Wisata Laut Tuban

Tangga Kolam Renang Wisata Laut Tuban
Tangga Kolam Renang Wisata Laut Tuban

Saved under : ,

Mengenal Ongkek dan Legen Tuban

Hola... Selamat sore menjelang matahari tenggelam :) Semoga kebaikan selalu menyertai kita, kemarin, saat ini esok, selamanya...

***

Kali ini Admin akan mengajak sobat untuk mengenal sesuatu yang sangat khas dengan Kabupaten Tuban. Sesuatu itu terbuat dari bahan alami, panjang dan besar. Sesuatu itu pada masa lalu menjadi pioner untuk membawa larutan cair berupa air nira Lontar, sebelum adanya botol plastik maupun jerigen plastik. Sesuatu itu yang biasa dipanggul oleh para petani untuk membawa air nira hasil penderasan pohon lontar untuk dijual kepada para konsumen "dimasa lalu". Sekarang, sesuatu itu sudah menjadi barang yang langka, sangat jarang kita menemuinya. 

Admin sendiri sampai saat ini belum pernah melihat Ongkek secara langsung dipanggul keliling kampung oleh pak tani penderas air nira untuk menjajakan air nira.

Sesuatu itu adalah "Ongkek", sebuah alat/wadah yang biasa dipakai untuk menjual legen (air nira sadapan bunga pohon Ental/Lontar). Nama yang sangat unik ya :) . Ongkek pada masa lalu menjadi wadah untuk menampung legen dan menjual legen keliling kampung.

Sementara itu, legen sendiri merupakan hasil yang diperoleh dari sadapan manggar/bunga pohon Siwalan (Borassus Flabelifer) atau yang dikenal dengan pohon Ental/Lontar. Sebelum masa sekitar tahun 1970 di Kabupaten Tuban masih banyak dijumpai pohon Lontar dipinggir jalan/didalam perkampungan di Tuban dan sekitarnya. Hal demikian menjadikan banyak penjual legen yang masih menjajakan legen dagangannya dengan Ongkek.

Namun pada sekitar tahun 1975 keberadaan Ongkek sudah menjadi barang langka dan hampir punah karena keberadaannya mulai digantikan oleh jerigen. Penjual legen berkeliling menjajakan legen menggunakan Ongkek pada masa sebelum tahun 1970, namun seiring berjalannya waktu lambat laun peralatan Ongkek sudah tidak pernah/jarang dijumpai lagi dan akhirnya menjadi barang langka.

Ongkek bukanlah sesuatu yang hanya mempunyai satu unit saja, Ongkek memiliki beberapa kelengkapan yaitu terdiri dari :
1. Bonjor
2. Centhak
3. Bethek
4. Pikulan/ongkek
5. Pisau deres
6. Kolongan (angkul)
7. Caping
8. Sabuk otog
9. Sandal gebang
10. Kepek
11. Kepis dari lontar

Sangat disayangkan ya, Ongkek yang seharusnya menjadi kekhasan khazanah kuliner Kabupaten Tuban harus tergusur oleh modernisasi dengan digantikan jerigen plastik. Semoga masih ada masyarakat Kabupaten Tuban yang peduli dengan kelestarian Ongkek. Sobat BloggerTuban ada yang tahu alamat pengrajin/pembuat Ongkek di Bumi Wali? Mohon infonya ya...

Berikut foto-foto kelengkapan Ongkek yang Admin dapatkan dari bersemedi, eh, dari berkunjung ke Museum Kambang Putih :

Centhak - Sabuk otog - Caping - Pikulan - Bonjor
Centhak - Sabuk otog - Caping - Pikulan - Bonjor

Kepis Lontar - Bethek
Kepis Lontar - Bethek

Kolongan - Pisau deres - Kepek - Sandal Gebang - Centhak
Kolongan - Pisau deres - Kepek - Sandal Gebang - Centhak


*Credit : Museum Kambang Putih
Saved under : , , , ,
Scroll to top