-->

Headline News


Bulan Baru, Semangat Baru: Welcome September

Selamat pagi sobat Blogger Tuban, bagaimana kondisinya? Semoga senantiasa sehat dan bisa menjalankan aktivitasnya dengan lancar ya :) . Selamat beraktivitas di hari Senin (pagi) yang pasti bakal padat dengan kegiatan ini ya...

Kemarin, pergantian Bulan Agustus ke Bulan September ada yang merayakan nggak? Biasanya sih tidak ada yang merayakan pergantian bulan. Semuanya dibiarkan berlalu begitu saja, mau bulan berganti bulan berikutnya beberapa kalipun tidak akan dirayakan. Kecuali kalau sudah berganti bulan sebanyak 12 kali, pasti dirayakan karena bertepatan dengan momen perayaan tahun baru.

Memang, pergantian bulan tidak harus kita rayakan seperti perayaan pergantian tahun. Tetapi pergantian Bulan Agustus menjadi Bulan September pada hari Minggu yang bertepatan hari libur nasional tersebut alangkah baiknya untuk kita jadikan sebagai awal baru untuk menggapai cita-cita dan asa yang belum kita capai pada bulan sebelumnya.

Bulan baru: September yang harus menjadi pelecut semangat kita untuk terus berkarya pada berbagai bidang yang kita suka dan kuasai.

Contoh saja, sebagai seorang blogger, dengan datangnya Bulan September ini mungkin kita akan lebih rajin menulis diblog lagi? Mencoba untuk menulis artikel minimal 1 buah artikel setiap hari selama Bulan September mungkin menjadi sebuah hal yang patut dicoba. Pasti excited dan menantang. Ketika setiap hari kita harus berusaha menulis mengenai apapun pada media blog yang kita punya, pemikiran-pemikiran kita pasti akan selalu baru dan penuh dengan ide-inovasi untuk menghasilkan tulisan yang lebih dan lebih bermutu.

So, pada Bulan September 2013 ini, sudah siapkah kalian dengan semangat baru agar menghasilkan "buah" yang lebih manis dari yang sudah kalian tuai pada Bulan Agustus yang lalu? Semangat sobat!

Semangat baru Blogger Tuban di bulan September
Semangat baru: Bulan September
Saved under : , ,

Persahabatan Gadis "Batik Gedog"

Hembusan udara dipagi hari begitu lembut membelai nadi, tetes embun tampak segar membasahi dedaunan, membuat suasanya begitu menyenangkan hati siapa saja yang bersiap menjalankan rutinitasnya sehari-hari. Tak terkecuali Nayla, seorang siswi salah satu SMA di Kabupaten Tuban...

Persahabatan Seorang Gadis Batik Gedog
Sedikit pembukaan dari cerpen berjudul asli "Persahabatan Seorang Gadis Batik Gedog" yang mengambil tema mainstream yaitu persahabatan beberapa remaja putri dan seorang remaja putra yang ditakdirkan belajar pada satu kelas disekolah SMA yang sama. SMAN 36 Tuban kelas XI-IPA. Cerita persahabatan SMAN yang mainstream pada cerpen "Persahabatan Seorang Gadis Batik Gedog" dikisahkan dengan alur cerita yang agak berbeda karena "efek" dari tema "Batik Gedog" yang diangkat dalam alur cerita pendek ini.

Berkisah tentang tokoh utama Nayla dan Andra (seorang siswa baru di SMAN 36 XI-IPA) yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada tokoh Nayla yang mempunyai perangai yang baik dan wajah yang unyu-unyu. Dilain pihak, sahabat Nayla yang bernama Maya sebenarnya memendam cinta pada Andra yang lebih memilih Nayla dibandingkan Maya. Cerita cinta segitiga antara ketiganya : Nayla, Andra dan Maya membuat persahabatan Nayla dengan Maya renggang.

Cerita cinta segitiga mainstream dari cerpen "Persahabatan Seorang Gadis Batik Gedog" kira-kira seperti itu. Nah, yang membuat cerpen ini berbeda adalah diceritakan bahwa Nayla yang sederhana, yang mau menaiki sepeda untuk berangkat ke sekolah, dahulunya adalah anak seorang pengusaha batik gedog sukses yang mengalami kebangkrutan karena ulah orang curang. Kini ayah Nayla terbaring sakit dan Nayla meneruskan perjuangan untuk merintis usaha batik gedog dengan menjadi pembatik pada sebuah rumah produksi batik gedog Tuban. Karena kesibukannya belajar dan membatik inilah, Nayla tak sempat memikirkan kehidupan remaja yang penuh dengan hang out, pacaran dan lain sebagainya. Penasaran dengan kelanjutan kisahnya? Just click this text bro \m/ Penasaran dengan Batik Gedog? This click one \m/
Saved under : , ,

Aksi Massa Membakar Bis - Ada Apa Ini?

Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban membara. Kemarin, sebuah bis penumpang dibakar massa di Jalur Pantura KM. 38, Dusun Mamer, Desa Margosoko, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Satu pleton pasukan pengendali massa (Dalmas) Polres Tuban diterjunkan ke lokasi kejadian untuk menghindari aksi massa yang lebih beringas.

Sumber gambar : seputartuban.com.
Kabupaten Tuban yang tenang dan tentram seolah menjadi tempat yang menyeramkan kemarin sore. Pasalnya emosi warga Desa Margosoko mengenai kondisi jalur Pantura dan kendaraan yang sering kebut-kebutan di jalur Pantura yang selama ini "seakan" tertahan memperoleh kesempatan melampiaskan emosi dengan membakar bis (yang bersalah) karena menabrak warga setempat hingga tewas.

Sudah benarkah apa yang dilakukan sebagian saudara kita yang berada di Desa Margosoko, Kecamatan Bancar dengan membakar bis yang menabrak warga setempat ini? Atau, setujukah kita dengan aksi sepihak massa dengan membakar bis ini? Sebagian dari kita mungkin akan setuju dan sebagian lainnya mungkin tidak akan setuju.

Jika setuju :
- Selama ini terkesan jalur Pantura dijadikan sebagai jalur yang dikuasai kendaraan (bis) besar yang sering kebut-kebutan dan membahayakan pengendara kendaraan (terutama kendaraan kecil) lainnya.
- Kondisi jalur Pantura yang akhir-akhir ini sering macet, rusak dan masalah lainnya yang belum dituntaskan oleh pemerintah. Secara langsung maupun tidak langsung membuat masyarakat sekitar jalur Pantura merasa geram dan menunggu datangnya solusi melepas kegeraman itu. Salah satunya dengan aksi massa.
- Ketidak percaya-an masyarakat kepada aparat penegak hukum serta kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap proses hukum di Kabupaten Tuban. Aparat Kepolisian selama ini terkesan negatif dimata masyarakat karena kebiasaan (tilang yang mengada-ada, mempersulit pembuatan SIM, pelayanan yang kurang prima, dll) pihak Kepolisian yang buruk.

Jika tidak setuju :
- Ini negara hukum Bung!!! Memang begitulah sebenarnya bahwa Negara Indonesia, dan Kabupaten Tuban yang berada dalam lingkupnya adalah kesatuan negara hukum. Negara yang segala sesuatunya sudah diatur dalam hukum yang berkeadilan. Biarkan kasus kecelakaan lalu lintas ditangani dengan penegakan hukum. Bukan dengan hukum rimba!
- Percayalah pada penyelesaian kasus kecelakaan oleh pihak Kepolisian. Meskipun sulit untuk melakukan hal ini terkait track record buruk pihak Kepolisian. Tapi hanya itulah yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat di negara hukum dan taat hukum.

Mungkin banyak lagi alasan lainnya untuk setuju atau tidak setuju dengan aksi massa di Desa Margosoko, Kecamatan Bancar yang membakar bis pelaku kecelakaan lalu lintas. Terlepas dari benar atau salah apa yang dilakukan oleh saudara kita tersebut, dibutuhkan kesinkronan dari berbagai pihak agar tidak ada lagi aksi massa serupa diwaktu mendatang dan tercipta Tuban yang tenang, damai dan tentram. Semoga.
Saved under : , ,

Sungai Bawah Tanah Gua Ngerong Dapat Cukupi Kebutuhan Listrik dan Air Warga Kecamatan Rengel-Grabagan

Banyak yang belum mengetahui kalau potensi hidrologi karst dapat digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik.  Salah satu penelitian yang perlu mendapat dukungan untuk dapat direalisasikan adalah penelitian skripsi sarjana Teknik Elektro ITS, Anggie Priyowinata. Dari penelitian tersebut terungkap, sumber daya hidrologi kawasan karst Tuban yang berada di Kecamatan Rengel, bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan air bersih warga Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban serta kebutuhan listriknya melalui alat pembangkit listrik. 

Pembangkit tenaga listrik yang dimaksud Anggie adalah pembangkit tenaga listrik berbasis pada teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Mikro Hidro mendapatkan energi dari aliran air yang  memiliki  perbedaan  ketinggian  tertentu.  Energi  tersebut  dimanfaatkan untuk  memutar  turbin  yang  dihubungkan  dengan  generator listrik. Dengan konsep tersebut warga hanya membayar pemakaian debit air untuk bisa menikmati energi listrik. Berikut penuturan Anggie dalam publikasi penelitiannya.

“PLTMH  disini  akan  berperan  ganda,  jika pada  siang  hari  listrik  akan  digunakan  untuk  pengairan penduduk  sedangkan  pada  malam  hari  akan  digunakan  untuk  penerangan penduduk yang belum teraliri listrik”.

Temuan tersebut dapat memecahkan permasalahan warga Kecamatan Rengel pada saat ini yang belum banyak mengetahui manfaat hidrologi sungai bawah tanah yang ada didaerahnya. Anggie membuka mata publik bahwa hidrologi karst untuk rakyat bukan hanya sebagai monopoli dunia indistri. Kesulitan Warga Kecamatan Rengel pada  musim  kemarau yang membuat sengsara selama ini, dapat teratasi dengan pemanfaatan air karst sebagai PLTMH. 

Warga Kecamatan Rengel dan Grabagan tidak harus antri lagi  berjam-jam untuk memperoleh air  bersih. Selain harus antri, warga juga harus mengeluarkan uang  ekstra  untuk  membeli  air dan  untuk  membeli  bahan bakar. Untuk mengatasi kesulitannya selama ini, warga Kecamatan Rengel  menyedot air dari Sungai Ngerong yang jaraknya  hampir  2  Km  dari  perumahan penduduk dengan mesin diesel.  Bahkan  untuk  memperoleh  air  warga  juga  harus  rela  berjalan  sejauh  2  km  hingga  4  km.  

Menurut Anggie, jika setiap tahun seperti ini, maka warga akan kesulitan air dari tahun ke tahun dan  pendapatan warga akan berkurang untuk membeli air dimana 30 %  warga Kecamatan Rengel dan  Kecamatan Grabagan bermata pencaharian sebagai buruh tani. Selain sulit air, sebagian  warga  desa  Rengel  juga belum mendapat akses listrik dari PLN. 

Disebutkan bahwa rasio elektrifikasi untuk kecamatan Rengel  mencapai  47,90  %  artinya  separuh  lebih  rumah  tangga  yang  belum teraliri listrik berada di Kecamatan Rengel.

Teknologi PLTMH yang ditawarkan Anggie terisnpirasi dari penelitian LIPI. Potensi  debit  air  sungai  bawah  tanah  yang  berada  di  Goa Ngerong  didapatkan  dari  hasil  penelitian  oleh  LIPI  (Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ) pada tahun 2002 cukup besar, yakni  sekitar  773.6 l/detik yang berada dihulu sungai bawah tanah sedangkan dipintu keluar goa debitnya mencapai 573.7 l/detik. Selain menemukan potensi sungai bawah tanah tersebut, LIPI juga menemunkan air terjun bawah tanah setinggi 5 meter.

Sketsa Sungai Bawah Tanah Gua Ngerong dan Konsep PLTMH.

Download jurnal penelitian lengkapnya.
Saved under : , , ,

Foklore atau Cerita Rakyat tentang Pentingnya Konservasi Air Karst Kabupaten Tuban

Tuban sebagai wilayah yang kaya air dan patut dilindungi keberadaannya lekat dengan nama Kota Tuban itu sendiri. Asal kata Kota Tuban ada yang menyebut berasal dari kata watu tiban (Tuban) dan Metu Banyu, keluar air (Tuban). Dua kepanjangan kata Tuban baik watu tiban dan metu banyu semuanya mengandung makna bahwa Tuban kaya air. Makna Tuban adalah daerah yang sangat kaya kandungan air dan jauh dari konotasi yang menstereotifkan bahwa Tuban adalah daerah tandus dan rawan akan kekeringan. Kata watu tiban misalnya Watu adalah  batuan/litologi; tiban adalah kedatangan, kemunculannya. Tuban wilayah yang kaya air namun keberadaannya tertutup oleh batu kapur. Air bisa didapat dengan proses penggalian sumur, rata-rata sumur di Tuban dangkal dengan kedalaman rata-rata 5-10 meter dengan air yang tidak pernah surut. Sedangkan metu banyu mempunyai pemaknaan yang hampir sama.

Foklore metu banyu diantaranya berasal dari cerita legenda Sunan Bonang atau Syekh Maulana Makhdum Ibrahim. Berikut cerita foklore yang beredar luas dari mulut ke mulut masyarakat :


“Sunan Bonang kedatangan ilmuan dari china yang berkeluh kesah kehilangan buku-buku ilmu pengetahuannya ketika dia berlayar di Tuban. Dengan sigap dan santun, Sunan Bonang menolong kedatangan tamu yang berziarah ke Tuban. Sunan Bonang yang dikenal memiliki sebuah karomah sebagai tanda kewaliannya (kekasih Allah) mengayunkan tongkatnya ke dalam tanah dekat pantai. Seketika itu buku-buku ilmu pengetahuan tamu Sunan Bonang dari negeri china tersebut keluar bersamaan dengan pancuran air. Berkat tanah yang keluar air tersebut sekarang dikenal sebagai Sumur Srumbung yang berlokasi dekat pantai boom tuban”

Mata air sungai bawah tanah yang tertutup batuan gamping, terancam kelestariannya. Debit air telah berkurang 25%, hal ini akibat penambangan kapur untuk semen yang tak perhatikan konservasi air

Foklore atau cerita rakyat tentang Sunan Bonang dan tongkatnya yang mengeluarkan air tersebut mempunyai makna Tuban adalah daerah yang kaya air. Namun untuk dapat mengekplorasi bagaimana sistem hidrologi air tersebut diperlukan ilmu pengetahuan. Sistem hidrologi air yang komplek tersebut harus hati-hati memanfaatkannya, butuh pengetahuan yang cukup. Penggunaan air harus digunakan secukupnya, agar sumber daya air Tuban bisa dimanfaatkan oleh generasi mendatang. Pengeboran air tanah dengan tongkat Sunan Bonang tersebut digunakan untuk menolong orang yang butuh air.

Demikian pula berkembang cerita legenda dari daerah Sidomukti, Kecamatan Brondong yang dulunya bagian wilayah Tuban sekarang masuk Kabupaten Lamongan. Berkembang cerita rakyat tentang lagenda Mpu Supo :

“Cerita diawali dengan perjalanan Mpu Supo yang sedang mencari saudaranya. Disuatu desa, Mpu  Supo bertemu dengan Mpu Suro yang mengaku sebagai saudara. Mpu Supo meragukannya,dan mengajak beradu kesaktian. Dikatakannya, bila Mpu Suro dapat menandingi kesaktianya, Mpu Suro diaku sebagai saudara. Adu kesaktian  Ini diawali dengan memijat Wesi Aji menjadi sebilah keris.Ternyata kedua orang tersebut berhasil membuat sebilah keris, sehingga pertandingan dilanjutkan dengan perkelahian yang berakhir sama kuat.  
Mpu Supo yang merasa lebih tua mengajak bertanding mengangkat batu yang bernama Watu Celeng yang kebetulan terdapat didekat arena. Mpu Suro mampu mengangkat batu, namun ketika meletakan kembali telah menutup satu-satunya sumber mata air tawar didesa ini. Lokasi sumber air  yang tertutup di beri nama Sendang Watu Celeng dan desa ajang perkelahian diberi nama Petcakaran. Berarti pet sebagai mampetnya air, dan cakaran sebagai cakar-cakaran atau berkelahi.”

Bentang kawasan karst, nampak pabrik semen yang berdiri tegak yang mengancam konflik ekologi air. Daerah ini adalah daerah resapan air yang tanahnya sudah beralih menjadi tanah industri. Kawasan resapan air terancam vegetasinya.

Legenda Mpu Supo dan mampetnya air mengingatkan pada potensi konflik penggunaan air bersih. Untuk menghindari konflik tersebut, sumber daya air harus tetap ditutup atau dimapetkan dengan batu.

Demikian pula cerita rakyat mengenai berandal lokajaya yang tak lain adalah Putra Bupati Tuban. Berandal lokajaya yang kemudian dikenal sebagai raden Sahid menghadang Sunan Bonang untuk merampok. Namun Sunan bonang menunjukan sebuah pohon aren, yang buahnya berubah menjadi emas. Raden syahid langsung memanjat pohon aren yang ditunjuk sunan bonang. Namun, belum sampai bisa memtik buahnya, raden syahid terjatuh dan pingsan. Setelah siuman raden syahid meminta maaf kepada sunan bonang dan berniat berguru ke sunan bonang. Kemudian, Sunan bonang mengajak Raden Syahid  menuju Sungai di daerah Sekardadi Kecamatan Jenu. Di sana, beliau menjaga tongkat Sunan Bonang yang ditancapkan pada sebuah batu. Anehnya, beliau tertidur selama 2 tahun. setelah sadar, Raden Syahid diberi pakaian dhalang oleh Sunan Bonang dan di Juluki Sunan Kalijaga, maksudnya Kali dalam bahasa Indonesia berarti sungai , dan Jaga dimaksudkan karena sudah menjaga tongkat Sunan Bonang.
 
Kekayaan sumber daya air di Tuban dapat ditemukan melalui studi tentang hidrologi air di kawasan karst. Berdasarkan penelitian, geospasial tuban adalah daerah penggunungan batu kapur kendeng utara. Bebatuan kapur tersebut menutup sumber daya air yang melimpah dengan aliran sungai bawah tanah yang tertutup batu kapur. Batuan kapur atau gamping cenderung tidak dapat menyimpan air dan hanya mampu meneruskan air sampai ke dalam tanah. Kemudian air terkumpul pada suatu sungai bawah tanah.  Penelitian Bambang Sunarto, Balitbang SDA (2002) menyatakan Tuban kaya akan air yang tersimpan di bawah tanah dengan sistem hidrologi kawasan karst. Sumber mata air besar dan berlimpah terdapat di mata air karst yang muncul dipermukaan seperti Goa Srunggo, Merakurak, dan Goa Ngerong di Kecamatan Rengel. Bahkan aliran sungai bawah tanah yang mengalir secara deras dapat dijadikan pembangkit tenaga listrik yang sebagaian wilayah Tuban belum tersentuh layanan listrik. Penelitian tersebut dilakukan oleh Anggie Priyowinata Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Pesan cerita-cerita rakyat tersebut di atas agar setiap generasi Tuban bisa menggunakan air sebaik mungkin dan turut melestarikan keberadaaan. Ketahanan air sungai bawah tanah tergantung pada seberapa jauh kita bisa melestarikan daerah resapan air hingga bisa dilindungi disungai bawah tanah yang tertutup batu kapur. Faktor vegetasi tanah seperti kandungan kapur dan pepohonan menjadi penentu air dapat terlindung diperut Bumi Ronggolawe. Salah satu daerah resapan mata air Gos Srunggo di Kecamatan Merakurak adalah daerah yang kini digunakan untuk tambang semen massif dan ekploitatif. Penambangan kapur tersebut dapat berakibat air hujan tidak dapat meresap ke dalam tanah kawasan karst.
Saved under : , , ,

Komunitas Blogger Tuban


Setelah sekian lama situs ini mati suri semoga dengan adanya laman ini menjadi eksis lagi baik online maupun offline. Blogger Tuban sudah kembali punya wadah kembali.. Halaman ini diperuntukan sebagai ajang aktifitas menulis bersama bagi para blogger tuban yang berminat. bagi yang berminat untuk menulis keroyokan, langkah pertama adalah menghubungi administrator bloggertuban.com untuk diinvite. Platform hosting bloggertuban.com masih menggunakan hosting yang disediakan google di blogger.com. kami  menyampaikan terima kasih kepada salah satu pendiri blogger tuban ahmad faza yang telah menyumbangkan dananya untuk bisa membeli kembali domain sehingga blogger tuban bisa beraktifitas kembali di situs semula yang mati suri.

Salam Blogger

ttd
Komunitas Blogger Tuban
Scroll to top