-->

Headline News


Tips Menulis : Tulis Saja!

Menulis adalah kegiatan menuangkan gagasan dalam bentuk teks. Menulis bisa dilakukan dimana saja, menulis dikertas? Bisa, dan sudah menjadi kebiasaan kita sejak usia playgroup atau taman bermain. Menulis dimeja, kursi, tembok? Hehehe... Itu juga dinamakan menulis, namun lebih sering dinamakan sebagai mencoret-coret. Dan menulis yang paling keyen (keren) saat ini adalah menulis pada Blog.

Kegiatan menuangkan gagasan kedalam bentuk teks merupakan kegiatan yang positif untuk dilakukan yang bisa menjadi sarana kita dalam mempermudah mengingat suatu hal dengan menuliskannya dalam bentuk teks. Dengan menulis, ide/gagasan tidak hanya melintas dalam kepala lalu hilang begitu saja. Namun sesuatu yang kita tulis akan abadi! Ingat, sesuatu yang kita tulis akan abadi!

Coba ingat-ingat kembali tulisan apa saja yang sudah kita tulis pada saat usia TK, SD, SMP. Apa kita masih ingat dengan tulisan-tulisan yang kita tulis pada masa-masa itu? Saya jamin tidak akan ingat, kalaupun ingat paling juga hanya sedikit saja ( surat cinta untuk pacar diantaranya :D ). Coba tengok buku-buku tempat kita menuliskan tulisan saat itu. Tulisan-tulisan kita masih ada dan akan mengingatkan kita kisah dibalik tulisan-tulisan yang sudah kita buat pada buku-buku usang masa lalu kita. Maka mulailah menulis! Yang sudah giat menulis, lebih giat lagi menulis. Yang belum punya niat menulis, mulailah untuk niat menulis.

Tapi masalahnya adalah terkadang banyak diantara kita yang tidak tahu mau menulis apa. Ada ide namun tidak bisa menuangkannya dalam kata-kata. Bisa menuangkannya dalam kata-kata namun takut mendapat ejekan (bahasa halusnya kritikan) dari pembaca. Wis mboh, pokok'e takut memulai menulis.

Satu tips yang mungkin bisa membantu mengatasi ketakutan kita dalam menulis adalah...

TULIS SAJA!

Tulis saja gagasan yang kita punya. Masalah ada ejekan atau kritikan, nanti seiring berjalannya waktu dan terbiasa dalam menulis pasti akan merasa kalau ejekan atau kritikan adalah faktor X yang harus kita alami sebelum terbiasa menulis. Faktor X yang menjadi suplemen bagi kita agar lebih semangat dan lebih baik lagi dalam menulis.
Tips Menulis : Tulis Saja!, Tips Menuli, Tulisan Bagus
Menulis Yuk!! Agar gagasan kita tidak hanya berlalu begitu saja.

Selamat menulis! Selamat ngeBlog Blogger Tuban!
Saved under : , ,

Aksi Massa Membakar Bis - Ada Apa Ini?

Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban membara. Kemarin, sebuah bis penumpang dibakar massa di Jalur Pantura KM. 38, Dusun Mamer, Desa Margosoko, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban. Satu pleton pasukan pengendali massa (Dalmas) Polres Tuban diterjunkan ke lokasi kejadian untuk menghindari aksi massa yang lebih beringas.

Sumber gambar : seputartuban.com.
Kabupaten Tuban yang tenang dan tentram seolah menjadi tempat yang menyeramkan kemarin sore. Pasalnya emosi warga Desa Margosoko mengenai kondisi jalur Pantura dan kendaraan yang sering kebut-kebutan di jalur Pantura yang selama ini "seakan" tertahan memperoleh kesempatan melampiaskan emosi dengan membakar bis (yang bersalah) karena menabrak warga setempat hingga tewas.

Sudah benarkah apa yang dilakukan sebagian saudara kita yang berada di Desa Margosoko, Kecamatan Bancar dengan membakar bis yang menabrak warga setempat ini? Atau, setujukah kita dengan aksi sepihak massa dengan membakar bis ini? Sebagian dari kita mungkin akan setuju dan sebagian lainnya mungkin tidak akan setuju.

Jika setuju :
- Selama ini terkesan jalur Pantura dijadikan sebagai jalur yang dikuasai kendaraan (bis) besar yang sering kebut-kebutan dan membahayakan pengendara kendaraan (terutama kendaraan kecil) lainnya.
- Kondisi jalur Pantura yang akhir-akhir ini sering macet, rusak dan masalah lainnya yang belum dituntaskan oleh pemerintah. Secara langsung maupun tidak langsung membuat masyarakat sekitar jalur Pantura merasa geram dan menunggu datangnya solusi melepas kegeraman itu. Salah satunya dengan aksi massa.
- Ketidak percaya-an masyarakat kepada aparat penegak hukum serta kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap proses hukum di Kabupaten Tuban. Aparat Kepolisian selama ini terkesan negatif dimata masyarakat karena kebiasaan (tilang yang mengada-ada, mempersulit pembuatan SIM, pelayanan yang kurang prima, dll) pihak Kepolisian yang buruk.

Jika tidak setuju :
- Ini negara hukum Bung!!! Memang begitulah sebenarnya bahwa Negara Indonesia, dan Kabupaten Tuban yang berada dalam lingkupnya adalah kesatuan negara hukum. Negara yang segala sesuatunya sudah diatur dalam hukum yang berkeadilan. Biarkan kasus kecelakaan lalu lintas ditangani dengan penegakan hukum. Bukan dengan hukum rimba!
- Percayalah pada penyelesaian kasus kecelakaan oleh pihak Kepolisian. Meskipun sulit untuk melakukan hal ini terkait track record buruk pihak Kepolisian. Tapi hanya itulah yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat di negara hukum dan taat hukum.

Mungkin banyak lagi alasan lainnya untuk setuju atau tidak setuju dengan aksi massa di Desa Margosoko, Kecamatan Bancar yang membakar bis pelaku kecelakaan lalu lintas. Terlepas dari benar atau salah apa yang dilakukan oleh saudara kita tersebut, dibutuhkan kesinkronan dari berbagai pihak agar tidak ada lagi aksi massa serupa diwaktu mendatang dan tercipta Tuban yang tenang, damai dan tentram. Semoga.
Saved under : , ,

Sungai Bawah Tanah Gua Ngerong Dapat Cukupi Kebutuhan Listrik dan Air Warga Kecamatan Rengel-Grabagan

Banyak yang belum mengetahui kalau potensi hidrologi karst dapat digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik.  Salah satu penelitian yang perlu mendapat dukungan untuk dapat direalisasikan adalah penelitian skripsi sarjana Teknik Elektro ITS, Anggie Priyowinata. Dari penelitian tersebut terungkap, sumber daya hidrologi kawasan karst Tuban yang berada di Kecamatan Rengel, bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan air bersih warga Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban serta kebutuhan listriknya melalui alat pembangkit listrik. 

Pembangkit tenaga listrik yang dimaksud Anggie adalah pembangkit tenaga listrik berbasis pada teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Mikro Hidro mendapatkan energi dari aliran air yang  memiliki  perbedaan  ketinggian  tertentu.  Energi  tersebut  dimanfaatkan untuk  memutar  turbin  yang  dihubungkan  dengan  generator listrik. Dengan konsep tersebut warga hanya membayar pemakaian debit air untuk bisa menikmati energi listrik. Berikut penuturan Anggie dalam publikasi penelitiannya.

“PLTMH  disini  akan  berperan  ganda,  jika pada  siang  hari  listrik  akan  digunakan  untuk  pengairan penduduk  sedangkan  pada  malam  hari  akan  digunakan  untuk  penerangan penduduk yang belum teraliri listrik”.

Temuan tersebut dapat memecahkan permasalahan warga Kecamatan Rengel pada saat ini yang belum banyak mengetahui manfaat hidrologi sungai bawah tanah yang ada didaerahnya. Anggie membuka mata publik bahwa hidrologi karst untuk rakyat bukan hanya sebagai monopoli dunia indistri. Kesulitan Warga Kecamatan Rengel pada  musim  kemarau yang membuat sengsara selama ini, dapat teratasi dengan pemanfaatan air karst sebagai PLTMH. 

Warga Kecamatan Rengel dan Grabagan tidak harus antri lagi  berjam-jam untuk memperoleh air  bersih. Selain harus antri, warga juga harus mengeluarkan uang  ekstra  untuk  membeli  air dan  untuk  membeli  bahan bakar. Untuk mengatasi kesulitannya selama ini, warga Kecamatan Rengel  menyedot air dari Sungai Ngerong yang jaraknya  hampir  2  Km  dari  perumahan penduduk dengan mesin diesel.  Bahkan  untuk  memperoleh  air  warga  juga  harus  rela  berjalan  sejauh  2  km  hingga  4  km.  

Menurut Anggie, jika setiap tahun seperti ini, maka warga akan kesulitan air dari tahun ke tahun dan  pendapatan warga akan berkurang untuk membeli air dimana 30 %  warga Kecamatan Rengel dan  Kecamatan Grabagan bermata pencaharian sebagai buruh tani. Selain sulit air, sebagian  warga  desa  Rengel  juga belum mendapat akses listrik dari PLN. 

Disebutkan bahwa rasio elektrifikasi untuk kecamatan Rengel  mencapai  47,90  %  artinya  separuh  lebih  rumah  tangga  yang  belum teraliri listrik berada di Kecamatan Rengel.

Teknologi PLTMH yang ditawarkan Anggie terisnpirasi dari penelitian LIPI. Potensi  debit  air  sungai  bawah  tanah  yang  berada  di  Goa Ngerong  didapatkan  dari  hasil  penelitian  oleh  LIPI  (Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ) pada tahun 2002 cukup besar, yakni  sekitar  773.6 l/detik yang berada dihulu sungai bawah tanah sedangkan dipintu keluar goa debitnya mencapai 573.7 l/detik. Selain menemukan potensi sungai bawah tanah tersebut, LIPI juga menemunkan air terjun bawah tanah setinggi 5 meter.

Sketsa Sungai Bawah Tanah Gua Ngerong dan Konsep PLTMH.

Download jurnal penelitian lengkapnya.
Saved under : , , ,

Foklore atau Cerita Rakyat tentang Pentingnya Konservasi Air Karst Kabupaten Tuban

Tuban sebagai wilayah yang kaya air dan patut dilindungi keberadaannya lekat dengan nama Kota Tuban itu sendiri. Asal kata Kota Tuban ada yang menyebut berasal dari kata watu tiban (Tuban) dan Metu Banyu, keluar air (Tuban). Dua kepanjangan kata Tuban baik watu tiban dan metu banyu semuanya mengandung makna bahwa Tuban kaya air. Makna Tuban adalah daerah yang sangat kaya kandungan air dan jauh dari konotasi yang menstereotifkan bahwa Tuban adalah daerah tandus dan rawan akan kekeringan. Kata watu tiban misalnya Watu adalah  batuan/litologi; tiban adalah kedatangan, kemunculannya. Tuban wilayah yang kaya air namun keberadaannya tertutup oleh batu kapur. Air bisa didapat dengan proses penggalian sumur, rata-rata sumur di Tuban dangkal dengan kedalaman rata-rata 5-10 meter dengan air yang tidak pernah surut. Sedangkan metu banyu mempunyai pemaknaan yang hampir sama.

Foklore metu banyu diantaranya berasal dari cerita legenda Sunan Bonang atau Syekh Maulana Makhdum Ibrahim. Berikut cerita foklore yang beredar luas dari mulut ke mulut masyarakat :


“Sunan Bonang kedatangan ilmuan dari china yang berkeluh kesah kehilangan buku-buku ilmu pengetahuannya ketika dia berlayar di Tuban. Dengan sigap dan santun, Sunan Bonang menolong kedatangan tamu yang berziarah ke Tuban. Sunan Bonang yang dikenal memiliki sebuah karomah sebagai tanda kewaliannya (kekasih Allah) mengayunkan tongkatnya ke dalam tanah dekat pantai. Seketika itu buku-buku ilmu pengetahuan tamu Sunan Bonang dari negeri china tersebut keluar bersamaan dengan pancuran air. Berkat tanah yang keluar air tersebut sekarang dikenal sebagai Sumur Srumbung yang berlokasi dekat pantai boom tuban”

Mata air sungai bawah tanah yang tertutup batuan gamping, terancam kelestariannya. Debit air telah berkurang 25%, hal ini akibat penambangan kapur untuk semen yang tak perhatikan konservasi air

Foklore atau cerita rakyat tentang Sunan Bonang dan tongkatnya yang mengeluarkan air tersebut mempunyai makna Tuban adalah daerah yang kaya air. Namun untuk dapat mengekplorasi bagaimana sistem hidrologi air tersebut diperlukan ilmu pengetahuan. Sistem hidrologi air yang komplek tersebut harus hati-hati memanfaatkannya, butuh pengetahuan yang cukup. Penggunaan air harus digunakan secukupnya, agar sumber daya air Tuban bisa dimanfaatkan oleh generasi mendatang. Pengeboran air tanah dengan tongkat Sunan Bonang tersebut digunakan untuk menolong orang yang butuh air.

Demikian pula berkembang cerita legenda dari daerah Sidomukti, Kecamatan Brondong yang dulunya bagian wilayah Tuban sekarang masuk Kabupaten Lamongan. Berkembang cerita rakyat tentang lagenda Mpu Supo :

“Cerita diawali dengan perjalanan Mpu Supo yang sedang mencari saudaranya. Disuatu desa, Mpu  Supo bertemu dengan Mpu Suro yang mengaku sebagai saudara. Mpu Supo meragukannya,dan mengajak beradu kesaktian. Dikatakannya, bila Mpu Suro dapat menandingi kesaktianya, Mpu Suro diaku sebagai saudara. Adu kesaktian  Ini diawali dengan memijat Wesi Aji menjadi sebilah keris.Ternyata kedua orang tersebut berhasil membuat sebilah keris, sehingga pertandingan dilanjutkan dengan perkelahian yang berakhir sama kuat.  
Mpu Supo yang merasa lebih tua mengajak bertanding mengangkat batu yang bernama Watu Celeng yang kebetulan terdapat didekat arena. Mpu Suro mampu mengangkat batu, namun ketika meletakan kembali telah menutup satu-satunya sumber mata air tawar didesa ini. Lokasi sumber air  yang tertutup di beri nama Sendang Watu Celeng dan desa ajang perkelahian diberi nama Petcakaran. Berarti pet sebagai mampetnya air, dan cakaran sebagai cakar-cakaran atau berkelahi.”

Bentang kawasan karst, nampak pabrik semen yang berdiri tegak yang mengancam konflik ekologi air. Daerah ini adalah daerah resapan air yang tanahnya sudah beralih menjadi tanah industri. Kawasan resapan air terancam vegetasinya.

Legenda Mpu Supo dan mampetnya air mengingatkan pada potensi konflik penggunaan air bersih. Untuk menghindari konflik tersebut, sumber daya air harus tetap ditutup atau dimapetkan dengan batu.

Demikian pula cerita rakyat mengenai berandal lokajaya yang tak lain adalah Putra Bupati Tuban. Berandal lokajaya yang kemudian dikenal sebagai raden Sahid menghadang Sunan Bonang untuk merampok. Namun Sunan bonang menunjukan sebuah pohon aren, yang buahnya berubah menjadi emas. Raden syahid langsung memanjat pohon aren yang ditunjuk sunan bonang. Namun, belum sampai bisa memtik buahnya, raden syahid terjatuh dan pingsan. Setelah siuman raden syahid meminta maaf kepada sunan bonang dan berniat berguru ke sunan bonang. Kemudian, Sunan bonang mengajak Raden Syahid  menuju Sungai di daerah Sekardadi Kecamatan Jenu. Di sana, beliau menjaga tongkat Sunan Bonang yang ditancapkan pada sebuah batu. Anehnya, beliau tertidur selama 2 tahun. setelah sadar, Raden Syahid diberi pakaian dhalang oleh Sunan Bonang dan di Juluki Sunan Kalijaga, maksudnya Kali dalam bahasa Indonesia berarti sungai , dan Jaga dimaksudkan karena sudah menjaga tongkat Sunan Bonang.
 
Kekayaan sumber daya air di Tuban dapat ditemukan melalui studi tentang hidrologi air di kawasan karst. Berdasarkan penelitian, geospasial tuban adalah daerah penggunungan batu kapur kendeng utara. Bebatuan kapur tersebut menutup sumber daya air yang melimpah dengan aliran sungai bawah tanah yang tertutup batu kapur. Batuan kapur atau gamping cenderung tidak dapat menyimpan air dan hanya mampu meneruskan air sampai ke dalam tanah. Kemudian air terkumpul pada suatu sungai bawah tanah.  Penelitian Bambang Sunarto, Balitbang SDA (2002) menyatakan Tuban kaya akan air yang tersimpan di bawah tanah dengan sistem hidrologi kawasan karst. Sumber mata air besar dan berlimpah terdapat di mata air karst yang muncul dipermukaan seperti Goa Srunggo, Merakurak, dan Goa Ngerong di Kecamatan Rengel. Bahkan aliran sungai bawah tanah yang mengalir secara deras dapat dijadikan pembangkit tenaga listrik yang sebagaian wilayah Tuban belum tersentuh layanan listrik. Penelitian tersebut dilakukan oleh Anggie Priyowinata Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Pesan cerita-cerita rakyat tersebut di atas agar setiap generasi Tuban bisa menggunakan air sebaik mungkin dan turut melestarikan keberadaaan. Ketahanan air sungai bawah tanah tergantung pada seberapa jauh kita bisa melestarikan daerah resapan air hingga bisa dilindungi disungai bawah tanah yang tertutup batu kapur. Faktor vegetasi tanah seperti kandungan kapur dan pepohonan menjadi penentu air dapat terlindung diperut Bumi Ronggolawe. Salah satu daerah resapan mata air Gos Srunggo di Kecamatan Merakurak adalah daerah yang kini digunakan untuk tambang semen massif dan ekploitatif. Penambangan kapur tersebut dapat berakibat air hujan tidak dapat meresap ke dalam tanah kawasan karst.
Saved under : , , ,

Selamat Datang Para Blogger Tuban




Selamat datang dan silahkan menikmati Kota Tuban

Ayo podo kumpul para blogger Tuban. Satukan tekat dan niat untuk masyarakat tuban.

Tanggal 30 Oktober 2011, Komunitas Blogger Tuban diresmikan oleh Bapak Gempurmedia pada acara Kopdar 1000 Blogger Nusantara. Komunitas Blogger Tuban yang merupakan sebuah wadah perkumpulan semua blogger yang ada di bumi Ronggolawe Kabupaten Tuban, merupakan wadah yang diharapkan dengan keberadaan Komunitas Blogger Tuban ini lebih bisa menggeliatkan dunia per-blogging-an di Kabupaten Tuban serta mempererat tali silaturahmi diantara para blogger anggota Komunitas Blogger Tuban. 

Dari awalnya yang hanya kenal didunia maya, melalui Komunitas Blogger Tuban diharapkan bisa kenal didunia nyata dengan kegiatan kopdar komunitas yang Insyaallah akan (rutin) dilaksanakan.

Sempat vakum dan jarang terdengar berita mengenai Komunitas Blogger Tuban pada akhir tahun 2012 sampai awal tahun 2013, Komunitas Blogger Tuban kini hadir dengan sebuah website resmi yang akan selalu di update berita perkembangan mengenai beragam hal berkaitan Kabupaten Tuban terutama mengenai dunia blogging. Komunitas Blogger Tuban, Wisata Tuban, Budaya Tuban, Kuliner Tuban, Sejarah Tuban, Batik Tuban, semuanya akan diupdate pada website resmi Komunitas Blogger Tuban www.bloggertuban.com.

Saved under : , , ,

Blogger Tuban Eksis Lagi



Komunitas Blogger Tuban eksis lagi, setelah lelap tertidur panjang tanpa ada berita atau pemberitaan mengenai komunitas blogger wek'e wong Tuban ini, kini dengan alamat website resmi www.bloggertuban.com, Komunitas Blogger Tuban siap untuk kembali menggeliatkan dunia per-blogging-an di Bumi Ronggolawe Kabupaten Tuban tercinta.

Komunitas Blogger Tuban yang pada tanggal 30 Oktober 2011 lalu diresmikan pada acara Kopdar 1000 Blogger Nusantara mempunyai peranan central dalam denyut nadi kehidupan dunia per-blogging-an di Kabupaten Tuban. Dengan keberadaan dan eksisnya Komunitas Blogger Tuban saat ini diharapkan lebih banyak masyarakat Tuban yang mengenal dan menjadi blogger untuk menulis dan menyebarkan artikel-artikel positif dari Kabupaten Tuban kepada seluruh dunia melalui blog.

Ayo podo kumpul para blogger Tuban. Satukan tekat dan niat untuk masyarakat tuban.
Saved under : , ,

Blogger Tuban Awal Di Resmikan

Pada 30 Oktober 2011 komunitas blogger tuban di resmikan oleh pak gempurmedia di kopdar 1000 blogger nusantara semoga atas lahirnya kembali komunitas blogger tuban ini bisa melahirkan blogger-blogger di kota tuban dan terima kasih atas adanya event kopdar 1000 blogger mempertemukan para Blogger Tuban
Saved under : , , ,
Scroll to top