-->

Headline News


Haul Syekh Abdul Jabbar (Mbah Jabbar) Jojogan

Haul Syekh Abdul Jabbar (penulis lebih sering menyebut dengan nama Mbah Jabbar) diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 17 Muharram dalam penanggalan hijriah. Namun jika bertepatan dengan hari Jum’at, pelaksanaan haul diundur pada hari berikutnya (Sabtu tanggal 18 Muharram). 

Menurut situs jawatimuran.wordpress.com, peringatan Haul Mbah Jabbar pertama kali diadakan pada tahun 1964 atas inisiatif Mbah Sholeh (Ngerong, Rengel), Mbah Zaini (Mruwut, Bojonegoro), dan Mbah Munthoha (Padangan, Bojonegoro). 

Pada acara peringatan Haul Mbah Jabbar, banyak peziarah yang mengunjungi makam Mbah Jabbar ini. Mereka biasanya datang berkelompok, menggunakan kendaraan bak terbuka: truk, colt, dan sejenisnya. Kondisi demikian selalu membuat macet akses jalan, satu-satunya akses penghubung utama Kecamatan Singgahan dengan Kecamatan Montong yang berada dibawah bukit yang menjadi makam Mbah Jabbar. 

Bukit tempat dimakamkannya Mbah Jabbar.
Bukit tempat dimakamkannya Mbah Jabbar.

Para peziarah datang untuk mendo'akan Almarhum Mbah Jabbar. Mereka membaca Tahlil dan Surat Yaasin secara bersama-sama didekat pusara Mbah Jabbar. Setiap satu kelompok peziarah selesai membaca Tahlil dan Surat Yaasin, akan ada kelompok peziarah lain yang menyambung. Begitu seterusnya sehingga pada saat haul suasana menjadi sangat ramai dan penuh sesak.

Akses pintu utama makam Mbah Jabbar.
Akses pintu utama makam Mbah Jabbar (sumber: pesonawisatatuban019).

Suasanya ramai tidak hanya terjadi didekat pusara, dipinggir jalanan (dibawah bukit tempat dimakamkannya Mbah Jabbar), berjejer para pedagang khas acara haul seperti ini. Ada penjual jenang dodol, penjual salak dan buah-buahan sejenisnya, penjual aksesoris dan masih banyak lagi. 

Biasanya, para kaum muda lebih banyak yang tertarik kepada dagangan yang dijajakan ini daripada berdo'a atau membacakan Tahlil dan Surat Yaasin untuk Syekh Abdul Jabbar. Penulis termasuk salah satu dari mereka. Hehe.

Pedagang musiman dari arah Montong, belum mulai ramai.
Pedagang musiman dari arah Montong, belum mulai ramai.

Pedagang musiman dari arah Jojogan, sudah mulai ramai.
Pedagang musiman dari arah Jojogan, sudah mulai ramai.

Penjual Legen dan Siwalan. Minuman dan makanan khas Tuban.
Penjual Legen dan Siwalan. Minuman dan makanan khas Tuban.

Pada tahun ini, tanggal 17 Muharram bertepatan dengan tanggal 21 November, atau tepat hari ini. 

Yuk, yang berdomisili dikawasan Singgahan dan sekitarnya, merapat untuk turut dalam Haul Syekh Abdul Jabbar (Mbah Jabbar) Jojogan. Agar kita menjadi lebih ingat bahwa kematian sangatlah dekat dengan kita, dan menjadikan kita semakin memperbanyak beribadah serta semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Scroll to top